Huawei kembali mengandalkan pendekatan berbeda di lini ponsel lipat melalui Pura X Max. Model ini tampil dengan bodi yang lebih tipis, layar yang lebih besar, serta dukungan stylus yang membuatnya terasa lebih serius untuk kebutuhan produktivitas.
Perangkat ini juga memperluas konsep foldable “wide” yang diposisikan di antara model flip dan book-style. Dibanding Pura X, versi Max tidak hanya membesar dari sisi panel, tetapi juga mengalami penyegaran pada desain, baterai, kamera, dan perlindungan bodi.
Layar dibuat lebih lega untuk pengalaman yang lebih luas
Pura X Max hadir dengan layar luar 5,4 inci dan layar utama 7,7 inci. Sebagai perbandingan, Pura X sebelumnya membawa cover display 3,5 inci dan panel utama 6,3 inci.
Perubahan ukuran ini ikut mengubah karakter perangkat secara keseluruhan. Jika Pura X awal lebih dekat ke panel 16:10 yang cocok untuk konsumsi media, Pura X Max bergeser ke tampilan yang lebih menyerupai foldable book-style dengan bidang dalam yang cenderung kotak.
Layar utamanya memiliki resolusi 2.584 x 1.828 piksel, dengan rasio 14,1:10 yang sedikit lebih lebar dari format 4:3 klasik. Sementara itu, panel luar mengusung resolusi 1.848 x 1.264 piksel dengan rasio yang hampir serupa.
Kedua panel sudah memakai LTPO 2.0, refresh rate adaptif 1-120Hz, dan PWM dimming frekuensi tinggi 1.440Hz. Kombinasi ini membuat perangkat punya fleksibilitas tampilan yang lebih baik untuk penggunaan sehari-hari.
Lebih besar, tetapi justru lebih ramping
Salah satu sisi paling menonjol dari Pura X Max ada pada ketebalannya. Saat dilipat, bodinya hanya 11,2 mm, jauh lebih tipis dibanding Pura X yang mencapai 15,1 mm.
Ketika dibuka, angkanya turun lagi menjadi 5,2 mm. Pada Pura X, kondisi terbuka masih berada di 7,2 mm, sehingga perbedaan terasa jelas di atas kertas.
Meski lebih tipis, dimensinya tetap bertambah. Saat dilipat, tinggi perangkat mencapai 120 mm, lebar 85 mm, dan bobotnya naik menjadi 229 gram dari 194 gram pada Pura X.
Tambahan ukuran itu menunjukkan bahwa Huawei mengejar ruang layar yang lebih luas tanpa membuat perangkat terasa terlalu tebal. Langkah ini menjadi pembeda penting di tengah persaingan foldable yang umumnya harus menyeimbangkan ukuran, kenyamanan genggam, dan ketebalan bodi.
Dukungan stylus jadi nilai tambah utama
Huawei turut menambahkan dukungan stylus Huawei M-Pen 3 Mini pada Pura X Max. Penyebutan “Mini” merujuk pada pen digital yang disesuaikan dengan bentuk perangkat yang lebih pendek dibanding foldable konvensional.
Perusahaan juga menyiapkan casing khusus agar stylus tersebut bisa digunakan dengan lebih praktis. Selain itu, ada aksesori lain berupa case dengan dudukan lipat magnetik.
Kehadiran stylus memberi posisi yang lebih kuat bagi Pura X Max di kelas ponsel lipat berukuran besar. Fitur ini membuka peluang penggunaan yang lebih dekat ke aktivitas produktivitas, bukan hanya untuk hiburan dan komunikasi.
Chip lebih baru dan baterai ikut membesar
Di bagian dapur pacu, Huawei membekali perangkat ini dengan chipset Kirin 9030 Pro. Perusahaan menyebut chip tersebut menawarkan peningkatan performa 30 persen dibanding Kirin 9020 yang digunakan pada Pura X.
Untuk membantu menjaga suhu kerja, Huawei memadukan vapor chamber dengan lembaran graphene. Sementara dari sisi perangkat lunak, Pura X Max langsung hadir dengan HarmonyOS 6.1 dan tidak menjalankan Android.
Baterainya juga mendapat peningkatan menjadi 5.300 mAh dari 4.720 mAh pada Pura X. Pengisian daya mendukung 66W wired SuperCharge dan 50W wireless SuperCharge, sehingga kapasitas yang lebih besar tetap diimbangi dengan opsi pengisian cepat.
Kamera diperbarui, perlindungan bodi ikut ditingkatkan
Sektor kamera menjadi salah satu area yang mendapat pembaruan cukup besar. Huawei memasang kamera utama 50MP dengan OIS dan aperture variabel f/1.4-4.0, lalu menambahkan kamera telefoto periskop 50MP dengan bukaan f/2.2 dan OIS.
Melengkapi sistem tersebut, ada kamera ultra-wide 12,5MP dengan aperture f/2.2. Huawei menyebut ketiga kamera belakangnya memakai sensor RYYB, dengan sub-piksel kuning sebagai pengganti hijau.
Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, tersedia dua kamera depan 8MP, masing-masing di tiap layar. Namun, untuk hasil swafoto terbaik, pengguna tetap bisa memanfaatkan kamera utama.
Pemrosesan gambar ditangani oleh sistem XMAGE buatan Huawei dan didukung sensor warna generasi kedua. Jika dibandingkan dengan Pura X, peningkatan kamera pada model Max terlihat cukup jelas karena model sebelumnya hanya membawa kamera utama 50MP dengan aperture tetap f/1.6, telefoto 8MP, dan ultra-wide 40MP.
Rangka perangkat dibuat dari paduan aluminium, sementara layar luarnya dilindungi Kunlun Glass generasi kedua. Huawei juga meningkatkan perlindungan bodi dari IPX8 pada Pura X menjadi IP58/IP59 pada Pura X Max.
Artinya, perangkat ini mendapat perlindungan dari debu, tahan terhadap perendaman, dan tahan semprotan air bersuhu tinggi. Di China, Huawei menawarkan Pura X Max dalam beberapa pilihan warna dan konfigurasi memori.
Varian 12GB/256GB dibanderol CNY 11,000, model 12GB/512GB seharga CNY 12,000, versi 16GB/512GB CNY 13,000, dan varian 16GB/1TB dijual CNY 14,000. Ketersediaan di luar China belum dipastikan, tetapi arah pengembangan perangkat ini sudah terlihat jelas lewat kombinasi layar besar, bodi yang lebih tipis, dan dukungan stylus yang jarang ditemukan pada foldable seperti ini.
Source: www.gsmarena.com






