Harga Hyundai Ioniq bekas kini merosot tajam hingga ke kisaran Rp100 jutaan. Di pasar mobil bekas, angka itu membuat hatchback listrik asal Korea Selatan tersebut mulai disejajarkan dengan mobil LCGC bekas.
Perubahan harga ini membuat Ioniq kembali menarik perhatian pembeli yang ingin masuk ke dunia kendaraan listrik dengan modal lebih ringan. Padahal, saat pertama kali dipasarkan di Indonesia, mobil ini berada di kisaran Rp600 jutaan.
Jarak tempuh dan efisiensi tetap menjadi daya tarik utama
Di balik harganya yang turun, Hyundai Ioniq bekas masih menawarkan kemampuan jelajah yang terbilang kompetitif. Spesifikasi resminya disebut mampu menempuh sekitar 280 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Dalam penggunaan harian, jarak itu bahkan diklaim bisa mendekati 300 kilometer, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan. Untuk kebutuhan komuter perkotaan, kemampuan ini dinilai masih sangat relevan.
Biaya operasionalnya juga menjadi salah satu alasan mobil ini dilirik. Pemilik hanya perlu mengandalkan pengisian daya listrik, sehingga pengeluaran harian dinilai lebih rendah dibanding mobil bensin.
Fitur dan kenyamanan masih terasa modern
Hyundai Ioniq generasi pertama masih membawa tampilan yang cukup segar. Desain hatchback aerodinamis, lampu projector, daytime running light, spoiler belakang, kamera parkir, dan sensor parkir masih membuatnya terlihat modern.
Masuk ke kabin, mobil ini sudah dilengkapi keyless entry dan tombol start-stop engine. Head unit juga mendukung Android Auto dan Apple CarPlay melalui sambungan USB, sementara panel instrumen digital menampilkan informasi kendaraan secara lengkap.
Kelengkapan lain yang ikut menambah nilai jualnya adalah jok kulit, AC double blower, dan penghangat kursi depan. Hyundai juga menyematkan tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport.
Untuk kenyamanan penumpang, ruang kabin belakang disebut masih cukup lega. Armrest di baris kedua juga menambah kenyamanan saat mobil dipakai untuk perjalanan yang lebih jauh.
Bagasi belakang dibuat praktis lewat model liftback. Akses keluar masuk barang jadi lebih mudah, dan unit yang diulas juga masih dilengkapi charger bawaan serta toolkit lengkap.
Karakter berkendara dan biaya tahunan ikut menarik perhatian
Dalam ulasan kanal YouTube Om Andre, salah satu unit Hyundai Ioniq bekas tahun 2019–2020 ditawarkan sekitar Rp108 jutaan. Unit itu disebut masih memiliki bodi yang mulus dan hanya memerlukan detailing agar tampil lebih segar.
Karakter berkendaranya juga dinilai nyaman. Suspensi mobil ini mampu meredam guncangan dengan baik saat melewati polisi tidur maupun jalan bergelombang.
Mode Eco dikatakan sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan mode Sport memberi respons akselerasi yang lebih agresif. Pengemudi juga bisa mengatur regenerative braking melalui paddle di belakang kemudi untuk membantu efisiensi energi saat deselerasi.
Selain harga beli yang turun jauh, biaya kepemilikan tahunannya juga tergolong ringan. Dalam ulasan tersebut, pajak tahunan Hyundai Ioniq bekas disebut berada di kisaran Rp300 ribuan per tahun.
Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting lain pada unit itu. BPKB, STNK, dan faktur disebut lengkap, sehingga memberi rasa aman lebih bagi calon pembeli.
Meski demikian, pembelian mobil listrik bekas tetap memerlukan pengecekan cermat. Calon pembeli disarankan memeriksa kesehatan baterai, riwayat servis, dan kondisi dokumen sebelum transaksi dilakukan.
Pemeriksaan di bengkel resmi juga dinilai penting untuk memastikan performa kendaraan masih optimal. Dengan harga yang kini menyentuh kisaran Rp100 jutaan, Hyundai Ioniq bekas menjadi salah satu opsi menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus keluar dana besar.
| Informasi | Rincian | Keterangan |
|---|---|---|
| Harga unit yang diulas | Rp108 jutaan | Hyundai Ioniq bekas tahun 2019–2020 |
| Harga saat baru | Rp600 jutaan | Saat pertama dipasarkan di Indonesia |
| Jarak tempuh | Sekitar 280 km | Bisa mendekati 300 km dalam penggunaan tertentu |
| Pajak tahunan | Kisaran Rp300 ribuan | Biaya kepemilikan relatif ringan |
