Hyundai Ioniq EV bekas kini mulai ditawarkan di kisaran Rp170 jutaan, membuat mobil listrik ini tampil sebagai opsi yang lebih realistis bagi calon pembeli. Dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer sekali isi daya penuh, nilai tawarnya terasa semakin kuat di pasar mobil bekas.
Di tengah minat yang terus tumbuh pada kendaraan listrik, kombinasi harga yang turun dan jarak tempuh yang masih panjang memberi ruang baru bagi konsumen. Hyundai Ioniq EV yang sebelumnya berada di kelas harga lebih tinggi kini dipandang lebih mudah dijangkau oleh pembeli yang ingin beralih ke mobil tanpa emisi.
Harga pasar yang mulai turun
Di sejumlah dealer, harga Hyundai Ioniq EV bekas masih berada di atas Rp200 juta. Namun, platform lelang kendaraan Legoas menawarkan unit Hyundai Ioniq EV mulai Rp170 jutaan, sehingga selisih harga ini menjadi perhatian calon pembeli.
Dalam ulasan yang dibagikan kanal YouTube Legoas Indonesia, Hyundai Ioniq EV bekas tahun 2019 disebut sebagai salah satu pilihan menarik. Unit tersebut dinilai masih layak, memiliki fitur lengkap, dan tetap memadai untuk kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan luar kota.
Jarak tempuh dan biaya pakai
Keunggulan utama mobil ini tetap terletak pada jarak tempuhnya yang disebut bisa mencapai sekitar 300 kilometer. Angka tersebut dinilai cukup untuk penggunaan dalam kota sekaligus masih aman untuk perjalanan antarkota jarak menengah.
Bagi pengguna harian, jarak tempuh itu memberi rasa lebih tenang dibanding mobil listrik dengan daya jelajah lebih pendek. Selain itu, karakter mobil listrik yang tidak memerlukan bahan bakar minyak juga membantu menekan biaya operasional dalam jangka panjang.
| Aspek | Hyundai Ioniq EV Bekas |
|---|---|
| Harga awal di Legoas | Mulai Rp170 jutaan |
| Harga di sejumlah dealer | Di atas Rp200 juta |
| Jarak tempuh | Sekitar 300 kilometer |
| Tahun unit yang dibahas | 2019 |
Desain dan kabin masih relevan
Meski usianya sudah beberapa tahun, tampilan Hyundai Ioniq EV dinilai masih modern. Desainnya membawa garis yang elegan dengan sentuhan aerodinamis khas mobil listrik, sementara format hatchback membuatnya mudah dikendarai di area perkotaan.
Pada unit yang ditampilkan dalam ulasan, kondisi eksterior disebut masih baik. Hanya ada beberapa baret halus akibat pemakaian normal, sedangkan lampu, velg, dan cat bodi masih memberi kesan premium.
Masuk ke kabin, nuansa interiornya juga dinilai masih modern. Jok disebut masih dalam kondisi baik, dashboard bersih, dan seluruh tombol diklaim berfungsi normal.
Sistem hiburan juga masih dapat dipakai dengan baik. Kabin yang tenang menjadi nilai tambah lain, karena mobil listrik ini tidak menghasilkan suara mesin seperti mobil bensin atau diesel.
Yang perlu diperiksa sebelum membeli
Meski terlihat menarik, pembeli tetap perlu memeriksa kondisi baterai, riwayat servis, dan kelengkapan dokumen kendaraan sebelum transaksi. Pemeriksaan ini penting karena baterai merupakan komponen kunci pada mobil listrik.
Riwayat perawatan juga dapat memberi gambaran tentang cara mobil digunakan oleh pemilik sebelumnya. Jika seluruh aspek tersebut dalam kondisi baik, Hyundai Ioniq EV bekas bisa menjadi pilihan yang masuk akal bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus menanggung harga baru yang lebih tinggi.
Dengan banderol mulai Rp170 jutaan, jarak tempuh sekitar 300 kilometer, serta kabin dan desain yang masih relevan, Hyundai Ioniq EV bekas muncul sebagai salah satu opsi yang layak dilirik di pasar mobil listrik bekas.







