Hyundai menyiapkan Santa Fe EREV sebagai model penting dalam strategi elektrifikasinya. SUV ini disebut mampu menempuh jarak gabungan hingga 960 km dalam sekali pengisian baterai penuh dan tangki bahan bakar terisi.
Jika target itu masuk ke versi produksi, Santa Fe EREV akan menawarkan kombinasi yang jarang ditemui di pasar. Pengemudi tetap merasakan karakter mobil listrik, tetapi tanpa tekanan berlebih soal jarak tempuh dan ketersediaan pengisian daya.
Elektrifikasi Dengan Pendekatan Berbeda
EREV adalah mobil yang sepenuhnya digerakkan motor listrik, sementara mesin pembakaran internalnya berfungsi sebagai generator. Skema ini membuat roda tetap ditenagai oleh listrik, tetapi suplai energi bisa dibantu mesin saat dibutuhkan.
Karakter itu memberi akselerasi yang terasa spontan dan halus seperti mobil listrik murni. Di saat yang sama, EREV hadir untuk meredakan kekhawatiran pengguna yang masih ragu beralih penuh ke kendaraan listrik berbasis baterai.
Santa Fe EREV Mulai Menunjukkan Bentuk Baru
Prototipe Santa Fe yang berkamuflase sudah terlihat menjalani pengujian, dan itu memperkuat tanda bahwa proyeknya memang berjalan. Electrek sebelumnya melaporkan unit tersebut dites pada April.
Dari tampilan awalnya, model ini memperlihatkan lampu vertikal di bagian depan dan belakang. Desain tersebut berbeda dari Santa Fe yang beredar saat ini, yang memakai lampu horizontal berbentuk kotak di kedua sisi.
Jadwal Peluncuran Masih Menjadi Sorotan
Perkenalan kepada publik dijadwalkan pada 2026, meski dalam paparan strategi Hyundai sebelumnya peluncuran produk sempat dikaitkan dengan 2027. Perbedaan jadwal itu tetap membuat Santa Fe EREV menarik perhatian pasar.
Motor1 juga menyebut model ini sebagai satu dari lima kendaraan baru yang akan diperkenalkan pada 2026. Sinyal lain datang dari fasilitas Hyundai Metaplant di Georgia, Amerika Serikat, yang memunculkan spekulasi soal perluasan teknologi elektrifikasi Hyundai.
EREV Kembali Menguat Di Industri Otomotif
Konsep EREV memang bukan hal baru, tetapi momentumnya kembali meningkat belakangan ini. Chevrolet pernah menjadi pelopor produksi massal lewat Volt, lalu pendekatan serupa kembali mendapat tempat setelah Li Auto meluncurkan produk EREV pada 2019.
Sesudah itu, sejumlah pabrikan lain ikut mengembangkan teknologi serupa, termasuk Changan, BYD, Chery, Xpeng, hingga Wuling. Penerimaan pasar dinilai semakin cepat ketika konsumen sudah mengenal mobil listrik murni dan mulai mencari solusi transisi yang lebih fleksibel.
Peluang Masuk Indonesia Masih Belum Pasti
Soal kemungkinan hadir di Indonesia, belum ada kepastian hingga kini. Otodriver menyebut telah meminta konfirmasi kepada Fransiscus Soerjopranoto selaku COO PT Hyundai Motors Indonesia, namun belum ada informasi yang dibuka terkait model ini.
Kondisi itu membuat Santa Fe EREV masih berada di wilayah spekulasi untuk pasar domestik. Namun, bila benar hadir, SUV ini berpotensi menjadi salah satu model Hyundai yang paling diperhatikan karena memadukan format keluarga, penggerak listrik, dan jarak tempuh yang sangat panjang.
