IBM Menembus Chip Memori 1 Megabit, Awal Berakhirnya Era 64 Kilobit

Lompatan IBM ke chip memori 1-megabit menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah komputasi modern. Di saat banyak perangkat masih bertumpu pada chip 64 kilobit, IBM memilih melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kapasitas yang jauh lebih besar dan lebih padat.

Keputusan itu tidak muncul dalam situasi pasar yang tenang. IBM bergerak di tengah persaingan semikonduktor yang sangat ketat, ketika produsen Jepang sudah menguasai sekitar 75% pasar dan teknologi memori mereka bahkan telah mencapai 256 kilobit.

Langkah teknis yang mengubah ukuran memori

IBM memperkenalkan chip DRAM 1-megabit yang diproduksi dengan proses 1,2 mikron. Pencapaian ini penting bukan hanya karena angka kapasitasnya naik, tetapi juga karena penyimpanan data menjadi lebih rapat dan penggunaan ruang papan sirkuit menjadi lebih efisien.

Dalam konteks saat itu, kemampuan menampung data lebih besar di ruang yang lebih kecil memberi nilai strategis. Perubahan ini menunjukkan arah baru bagi industri yang mulai menuntut memori lebih padat, cepat, dan efisien.

IBM 3090 menjadi yang pertama memakainya

Sistem pertama yang menggunakan memori baru tersebut adalah mainframe IBM 3090 dari seri Sierra. Penggunaan pada perangkat komersial membuat inovasi ini langsung terlihat dampaknya, karena teknologi itu tidak berhenti di tahap uji coba semata.

Jack D. Kuehler, wakil presiden senior IBM, menggambarkan pencapaian itu sebagai “a signal of our semiconductor technology leadership.” Ia juga menegaskan bahwa chip DRAM tersebut dibuat di Amerika Serikat, sebuah detail yang memperkuat posisi IBM di tengah persaingan global industri semikonduktor.

Sorotan besar, tetapi persaingan belum selesai

Meski keberhasilan IBM menarik perhatian, posisi pasar tidak berubah begitu saja. The New York Times menyebut momen tersebut sebagai “a rare, if fleeting, moment of glory,” karena sejumlah produsen Jepang juga sedang menguji chip DRAM 1-megabit mereka sendiri.

Nama-nama seperti Fujitsu, Hitachi, Mitsubishi, NEC, dan Toshiba ikut masuk dalam perlombaan teknologi itu. Dengan demikian, langkah IBM lebih tepat dipahami sebagai bukti kemampuan teknik dan inovasi, bukan jaminan dominasi pasar dalam jangka panjang.

Dampak yang terasa di perangkat yang lebih luas

Pengaruh dari chip 1-megabit tidak berhenti di mainframe. Kemajuan ini ikut membuka jalan bagi modul memori yang lebih praktis dan ringkas, terutama 30-pin SIMM berkapasitas 1MB RAM yang memakai delapan hingga sembilan chip dalam konfigurasi satu sisi.

Modul seperti itu kemudian banyak digunakan pada komputer rumahan dan PC, terutama dari pertengahan 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Teknologi yang sama juga muncul di perangkat lain seperti printer, sound card, dan kartu grafis tertentu.

Masuk ke kartu grafis dan perangkat digital lain

Sejumlah kartu grafis ikut memanfaatkan jenis memori ini, termasuk Tseng ET3000 dan ET4000, Trident TVGA 8800 dan 8900, serta seri Cirrus Logic GD542x. Kehadiran memori yang lebih padat membantu perangkat-perangkat tersebut bekerja dengan cara yang lebih efisien dan lebih fleksibel.

Perkembangan dari 64 kilobit ke 1 megabit memperlihatkan bahwa kemajuan komputasi sering dimulai dari komponen yang tidak langsung terlihat pengguna. Di balik perangkat yang lebih ringkas dan lebih cepat, ada lompatan pada teknologi memori yang ikut membentuk arah mainframe, komputer personal, dan berbagai perangkat digital berikutnya.

Berita Terkait