Igor Tolic kini mendapat kepercayaan untuk memimpin Persib Bandung pada musim Super League 2026/2027. Penunjukan ini menandai babak baru di tubuh Maung Bandung, sementara Bojan Hodak tetap berada di dalam struktur klub dengan peran berbeda.
Perubahan tersebut membuat Persib tidak sekadar mengganti sosok di pinggir lapangan. Klub justru menata ulang susunan kepelatihan agar fondasi yang sudah terbentuk tetap berjalan, sekaligus memberi ruang bagi figur baru untuk memegang kendali tim utama.
Transisi yang disiapkan, bukan langkah mendadak
Manajemen Persib menegaskan bahwa pergantian ini bukan keputusan tiba-tiba. Igor Tolic sudah menjadi bagian penting dari struktur kepelatihan Persib sejak 2024, sehingga penunjukannya dianggap sebagai kelanjutan dari proses yang sudah berjalan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut perubahan ini dibuat agar fondasi yang kuat tetap berkembang. Ia juga menilai langkah tersebut sebagai proses kesinambungan yang tumbuh secara alami di dalam klub.
Kedekatan Tolic dengan kultur tim menjadi salah satu alasan utama di balik kepercayaan itu. Persib menilai ia sudah memahami karakter pemain, dinamika internal, dan pola kerja yang selama ini dibangun di klub.
Bojan Hodak tetap punya peran di Persib
Meski tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala, Bojan Hodak belum benar-benar meninggalkan Persib. Klub menempatkannya sebagai Technical Advisor di struktur Shareholders Group.
Posisi itu membuat pengalaman Bojan tetap bisa dimanfaatkan untuk menjaga arah perkembangan tim. Persib juga ingin memastikan kesinambungan kerja yang sudah terbangun selama kepemimpinannya tetap terjaga.
Langkah ini menunjukkan bahwa Persib memilih penyesuaian struktur, bukan pemutusan hubungan. Klub tampak berusaha menjaga stabilitas sambil membuka jalan bagi kepemimpinan baru.
Warisan sukses yang sulit dipisahkan dari Bojan
Nama Bojan Hodak sangat lekat dengan keberhasilan Persib dalam beberapa musim terakhir. Di bawah arahannya, Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia secara beruntun pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Capaian three-peat itu membuat Bojan menjadi figur penting dalam era sukses Persib. Ia juga dinilai ikut membentuk mentalitas juara, disiplin, profesionalisme, dan kultur kompetitif yang kuat di ruang ganti.
Karena rekam jejak tersebut, pergantian pelatih kepala ini mendapat sorotan besar dari Bobotoh. Namun Persib menegaskan perubahan itu dilakukan bukan karena kegagalan, melainkan untuk menjaga ritme dan stabilitas setelah periode sukses panjang.
Tantangan baru untuk Igor Tolic
Bagi Tolic, tugas yang menanti tidak ringan. Ia tidak hanya diminta menjaga performa tim, tetapi juga mempertahankan identitas kemenangan yang sudah melekat pada Persib.
Klub melihat sosok asal Kroasia itu sebagai figur yang sudah memahami identitas kerja tim. Kedekatannya dengan atmosfer internal Persib menjadi modal penting untuk menghadapi musim baru.
Adhitia menekankan bahwa kesinambungan dan adaptasi menjadi kunci untuk menjaga standar yang sudah terbentuk. Harapan itu membuat Tolic langsung berada dalam sorotan sejak awal penugasannya.
Persib kini memasuki fase transisi yang terukur. Bojan Hodak tetap berada di lingkungan klub, sementara Igor Tolic memikul tanggung jawab sebagai pelatih kepala untuk membawa Maung Bandung melangkah di musim 2026/2027.
Source: www.suara.com






