Impor Turun 43 Persen, Penjualan Mobil China di Meksiko Justru Melonjak

Pemerintah Meksiko menilai lonjakan penjualan mobil China belum mencerminkan dampak penuh kebijakan tarif impor yang lebih tinggi. Ukuran yang dianggap lebih penting adalah arus impor, yang turun 43 persen selama lima bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Meksiko Luis Rosendo Gutierrez menyebut angka penjualan kendaraan merek China sebagai data yang “menyesatkan”. Menurutnya, produsen telah menimbun stok kendaraan utuh atau CBU sebelum tarif baru mulai berlaku.

Penjualan dari persediaan lama membuat kendaraan tetap keluar dari diler meski arus barang baru dari Asia menurun. “Yang penting bukanlah angka penjualan. Yang penting adalah bahwa langkah-langkah tersebut telah menghentikan impor kendaraan dari Asia,” kata Gutierrez kepada Reuters.

Pangsa Pasar Tetap Menguat

Data Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko menunjukkan merek China menyumbang 17 persen penjualan kendaraan baru pada semester pertama tahun ini. Angka tersebut naik dari 14 persen pada semester pertama tahun sebelumnya.

PeriodePangsa Merek ChinaPenjualan
Semester I tahun ini17 persen137.525 unit
Semester I tahun sebelumnya14 persen107.712 unit

Jumlah penjualan merek China tercatat meningkat hampir 30 persen dalam enam bulan pertama tahun ini. Perkembangan itu memperlihatkan bahwa stok yang tersedia dan strategi pemasaran masih mampu menjaga tekanan persaingan di pasar otomotif Meksiko.

Ekspansi tersebut berlangsung pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pangsa kendaraan impor dari China tumbuh dari kurang dari 1 persen pada 2020 menjadi 7 persen dua tahun kemudian, sebelum mencapai 17 persen pada semester pertama tahun ini.

Tarif hingga 50 Persen

Meksiko menerapkan tarif impor hingga 50 persen pada Januari 2026 untuk kendaraan dari China dan sejumlah negara Asia lainnya. Pemerintah menyatakan kebijakan ini ditujukan untuk melindungi lapangan kerja.

Kebijakan tarif itu juga menjadi perhatian Amerika Serikat. Washington khawatir produsen China dapat memanfaatkan Meksiko sebagai jalur menuju pasar Amerika Utara, termasuk pasar AS yang memiliki industri otomotif senilai US$1,2 triliun per tahun.

Pejabat Meksiko dan Amerika Serikat dijadwalkan memulai putaran ketiga pembicaraan di Mexico City pada Selasa (21/7). Data pasar otomotif Meksiko menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Geely Tumbuh, BYD Masih Terbesar

Di tengah kenaikan tarif, Geely mencatat pertumbuhan penjualan paling kuat di antara merek China pada tahun ini. MG Motor, Changan, dan Chery menyusul pertumbuhan tersebut berdasarkan data asosiasi distributor otomotif yang dikutip CNN Indonesia.

MerekKinerjaData Tersedia
GeelyPertumbuhan penjualan terkuatTidak dirinci
BYDPemain terbesar33.969 unit
MG Motor, Changan, CheryMenyusul pertumbuhan GeelyTidak dirinci

BYD tetap menjadi pemain terbesar di pasar Meksiko meski penjualannya sedikit melemah. Penjualan merek tersebut tercatat 33.969 unit, turun dari 34.606 unit pada periode sebelumnya.

Presiden eksekutif asosiasi distributor Guillermo Rosales menilai merek China masih akan memperluas pangsa pasar, meski tidak secepat sebelumnya. Ia menyebut pasar telah jenuh dengan pasokan, sementara produsen China dinilai cenderung memberi insentif untuk menanggung beban tarif daripada kehilangan posisi pasar.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait