India Pangkas Bea Impor Komponen Ponsel, Biaya Produksi Siap Turun

India menghapus bea impor atas sejumlah komponen untuk ponsel dan perangkat elektronik lain, langkah yang langsung berpotensi menurunkan biaya produksi bagi pabrikan global. Kebijakan ini memangkas pungutan 7,5% dan 5% yang sebelumnya masih dibebankan pada komponen tertentu.

Keputusan tersebut menjadi sinyal baru bagi industri elektronik yang sedang memperluas basis produksi di India. Produsen seperti Apple dan Xiaomi dinilai memiliki ruang lebih besar untuk menekan ongkos perakitan, sementara rantai pasok domestik berpeluang mendapat dorongan tambahan.

Komponen yang dibebaskan

Pengecualian ini berlaku untuk komponen penting dalam pembuatan modul pengisian daya nirkabel pada ponsel, display untuk perangkat medis dan mobil, serta lithium-ion cells. Kebijakan ini juga mencakup komponen yang terkait dengan manufaktur baterai lithium-ion, yang dipandang dapat menarik investasi baru.

KomponenPenggunaanStatus
Komponen modul pengisian daya nirkabelPonselDibebaskan dari bea impor
DisplayPerangkat medis dan mobilDibebaskan dari bea impor
Lithium-ion cellsBaterai dan elektronikDibebaskan dari bea impor

Manoj Mishra, partner di konsultan bisnis Grant Thornton Bharat, menilai langkah ini akan memperkuat daya saing biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah domestik. Ia juga melihat kebijakan tersebut dapat mendorong lokalisasi manufaktur smartphone dan elektronik bernilai tinggi.

Dalam konteks manufaktur baterai lithium-ion, Mishra menilai kebijakan itu bisa memicu investasi di produksi baterai dalam negeri untuk kebutuhan elektronik dan mobilitas listrik. Arah ini sejalan dengan upaya India membangun industri komponen yang lebih kuat dan tidak terlalu bergantung pada impor.

Target besar industri elektronik India

India tengah menargetkan perluasan manufaktur elektronik hingga $500 miliar pada tahun fiskal 2030. Di sisi lain, produksi smartphone di India naik 28 kali lipat dalam satu dekade terakhir dan mencapai 5,45 triliun rupee, atau sekitar $57 miliar, pada 2024/25.

Perpanjangan insentif hingga 31 Maret 2029 memberi kepastian lebih panjang bagi perusahaan yang membangun atau memperbesar basis produksi di India. Dalam situasi itu, penghapusan bea impor komponen menjadi salah satu langkah yang memperjelas keinginan pemerintah memperkuat posisi India di rantai pasok elektronik global, seperti dilaporkan www.gadgets360.com.

Source: www.gadgets360.com
Berita Terkait