Indikator bensin yang berkedip pada motor Beat ternyata masih menyisakan jarak tempuh sekitar 30 hingga 40 kilometer, berdasarkan informasi yang baru diketahui Zaskia Adya Mecca. Temuan itu membuatnya terkejut karena sebelumnya ia mengira kondisi tersebut menandakan motor harus segera berhenti.
Zaskia mengalami situasi itu ketika menggunakan motor untuk mengantar anak ke sekolah. Perjalanan sejauh kurang lebih empat kilometer pun ia lalui dengan sangat hati-hati karena khawatir bahan bakar tidak cukup sampai tujuan.
Ia sempat memperlambat laju motor sebagai langkah antisipasi. Kekhawatiran itu muncul lantaran ia belum mengetahui sisa kemampuan tempuh motor Beat ketika indikator bahan bakarnya mulai berkedip.
Setelah mencari informasi, Zaskia mengetahui bahwa motor tersebut disebut masih dapat berjalan cukup jauh. Jarak yang tersedia jauh melampaui perkiraannya saat pertama kali melihat indikator bensin berkedip.
“Ternyata motor Beat itu kalau bensinnya kedap-kedip bisa 30 sampai 40 kilometer, guys! Jauh banget!” kata Zaskia. Pernyataan itu menggambarkan perubahan pemahamannya terhadap kondisi bahan bakar pada motor yang digunakannya.
| Kondisi Kendaraan | Perkiraan Awal | Informasi yang Diketahui |
|---|---|---|
| Indikator bensin Beat berkedip | Perjalanan 4 kilometer terasa berisiko | Masih dapat menempuh sekitar 30-40 kilometer |
| Bahan bakar mobil hampir habis | Sisa perjalanan sekitar 5 kilometer | Menjadi patokan Zaskia sebelumnya |
Patokan awal Zaskia berasal dari kebiasaannya memakai mobil. Menurutnya, saat bahan bakar mobil hampir habis, sisa jarak yang dapat ditempuh biasanya hanya sekitar lima kilometer.
Pengalaman menggunakan mobil itu membuatnya menerapkan ukuran yang sama pada motor. Karena itu, lampu indikator yang berkedip langsung memunculkan kekhawatiran meski jarak sekolah anaknya tidak sampai lima kilometer.
Motor menjadi pilihan di tengah kemacetan
Rutinitas memakai motor juga berkaitan dengan kebutuhan keluarga Zaskia menghadapi lalu lintas padat. Kendaraan roda dua dipilih agar perjalanan antar-jemput anak ke sekolah dapat berlangsung lebih cepat.
Zaskia memiliki lima anak dan menyebut keluarganya membutuhkan empat motor pada waktu bersamaan untuk keperluan antar-jemput. Di rumahnya telah tersedia tiga motor yang dipakai untuk perjalanan bolak-balik.
Pengaturan kendaraan itu membantu keberangkatan anak-anak berlangsung lebih tepat waktu. Motor digunakan terutama ketika beberapa anak harus berangkat pada jam yang hampir bersamaan.
Menurut Kompas.com, cerita tersebut disampaikan Zaskia di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/7/2026). Pengalaman soal indikator bensin menjadi bagian dari kesehariannya saat semakin sering mengandalkan motor.
Anak-anak Zaskia disebut turut menikmati perjalanan menggunakan kendaraan roda dua. Mereka merasa senang ketika motor dapat bergerak lebih lancar melewati kemacetan yang dihadapi banyak mobil pengantar sekolah.
Situasi itu membuat motor tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi praktis bagi keluarga tersebut. Bagi Zaskia, rutinitas tersebut juga menghadirkan pelajaran baru mengenai karakter indikator bahan bakar pada motor Beat.
Source: entertainment.kompas.com






