Indonesia meminta dukungan China untuk memperoleh posisi strategis di sekretariat World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO. Langkah ini menandai upaya Indonesia untuk ikut memengaruhi pembentukan aturan kecerdasan buatan global sejak organisasi tersebut berdiri.
Permintaan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Shanghai pada Jumat, 18 Juli 2026. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung dalam rangkaian penandatanganan deklarasi pendirian WAICO.
Pemerintah memandang posisi di sekretariat penting karena WAICO akan menjadi wadah kerja sama internasional dalam pengembangan AI. Indonesia ingin kepentingan negara berkembang mendapat ruang dalam pembahasan kebijakan dan struktur organisasi tersebut.
Airlangga menyatakan keterlibatan Indonesia dalam pendirian WAICO merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Indonesia juga berstatus sebagai salah satu negara pendiri, sehingga memiliki dasar untuk mendorong peran yang lebih besar dalam organisasi baru itu.
Prinsip Indonesia dalam Tata Kelola AI
Indonesia membawa sejumlah prinsip dalam agenda tata kelola AI global, yakni pembangunan yang manfaatnya lebih merata, pendekatan berpusat pada manusia, dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya multilateralisme yang inklusif dan koheren.
Menurut keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Sabtu, 19 Juli 2026, prinsip tersebut perlu sejalan dengan UN Principles. Pesan itu menjadi bagian dari permintaan Indonesia kepada China untuk mendukung posisi strategis di sekretariat WAICO.
| Agenda | Peran Indonesia | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Pendirian WAICO | Negara pendiri | Kerja sama AI internasional |
| Struktur WAICO | Mengincar posisi sekretariat | Tata kelola AI global |
| Pertemuan Shanghai | Meminta dukungan China | Peran Indonesia dalam organisasi |
Wang Yi dalam pertemuan itu turut menyampaikan pesan Presiden China Xi Jinping kepada Presiden Prabowo. Xi mengapresiasi keputusan Indonesia menjadi negara pendiri WAICO dan menilai kehadiran Indonesia penting sebagai negara berkembang dengan populasi serta ekonomi besar.
Pemerintah Indonesia pada saat yang sama menyampaikan apresiasi atas inisiatif Xi Jinping dalam mendorong pembentukan organisasi AI internasional tersebut. Keterlibatan sejak tahap awal dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan nasional dalam aturan AI lintas negara.
AI Masuk Agenda Ekonomi Indonesia-China
Pembahasan di Shanghai tidak hanya mencakup WAICO, tetapi juga hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-China. Airlangga menyoroti perlunya percepatan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke China, yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.
Indonesia melihat peluang besar untuk meningkatkan perdagangan kedua negara melalui penyelesaian hambatan dagang dan penguatan integrasi rantai pasok. Pemerintah juga menawarkan pengembangan kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks atau TCTP.
Perusahaan besar China diundang untuk memperkuat investasi pada manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital Indonesia. Kerja sama investasi hijau juga dibahas, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt.
Pemerintah turut menawarkan pengembangan Battery Energy Storage System atau BESS serta ekosistem baterai kendaraan listrik di Morowali Green Industrial Park. Agenda ini menunjukkan bahwa kerja sama teknologi Indonesia-China diarahkan melampaui pembangunan infrastruktur fisik.
Persiapan Pertemuan Prabowo dan Xi
Indonesia mendukung keketuaan China dalam APEC 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada November. Pemerintah mengusulkan forum tersebut sebagai kesempatan bagi Presiden Prabowo dan Presiden Xi untuk kembali bertemu dalam forum bisnis tingkat tinggi.
Ke depan, kerja sama Indonesia-China diarahkan pada ekonomi digital, inovasi teknologi, dan pengembangan AI. Indonesia menegaskan kerja sama tersebut harus tetap menghormati kedaulatan data serta kepentingan nasional masing-masing negara.
Source: www.cnbcindonesia.com






