Indonesia Diperebutkan Sebagai Pemasok Pupuk, Permintaan Dunia Naik Saat Timur Tengah Bergejolak

Author: Redaksi Android62

Permintaan pupuk dari Indonesia kini datang dari sejumlah negara, dan situasi itu membuat posisi Indonesia terlihat makin strategis di tengah gangguan pasokan global. Presiden Prabowo Subianto menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sanggup memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga mulai dilirik sebagai pemasok yang dapat membantu negara lain.

Dorongan itu muncul saat konflik di Timur Tengah ikut mengacaukan aliran energi dan produksi di berbagai sektor. Ketika pasokan internasional terganggu, kebutuhan terhadap pupuk dari Indonesia justru meningkat karena banyak negara mencari sumber yang lebih stabil.

Prabowo menyoroti bahwa krisis di kawasan itu punya dampak berantai terhadap industri pupuk. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz membuat banyak negara panik, karena jalur tersebut dilalui sekitar 20 persen BBM dunia.

Gangguan pada jalur energi itu ikut menekan bahan baku dan biaya produksi pupuk. Dalam kondisi seperti ini, keterkaitan antara minyak, gas, dan pupuk membuat keresahan geopolitik di Timur Tengah menjalar ke kebutuhan pertanian di banyak negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, ia mengutip laporan Menteri Pertanian yang menyebut semakin banyak negara membutuhkan pupuk dari Indonesia.

Prabowo menilai peningkatan minat itu lahir dari penguatan sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia berada dalam posisi berbeda karena tidak larut dalam euforia, melainkan justru bisa memberi bantuan kepada pihak yang sedang kesulitan.

Sejumlah negara yang disebut sudah menyampaikan kebutuhan pupuk dari Indonesia antara lain Australia, Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil. Australia bahkan disebut meminta bantuan hingga 500 ribu ton urea.

India juga dikatakan mengajukan permintaan melalui duta besarnya. Sementara itu, Filipina, Bangladesh, dan Brasil turut menyampaikan kebutuhan serupa kepada Indonesia.

Pemerintah disebut ingin merespons permintaan tersebut dengan membantu semua negara yang membutuhkan. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi dipandang hanya sebagai konsumen pupuk, tetapi juga sebagai pemasok yang punya peran lebih besar di tengah ketidakpastian global.

Sinyal itu juga terlihat dari ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kalimantan Timur di Pelabuhan Bontang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas pengiriman awal itu dengan nilai ekspor total mencapai Rp7 triliun.

Tahap awal pengiriman mencapai 47.250 ton urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar. Amran menyebut volume ekspor tersebut akan dinaikkan bertahap hingga 500.000 ton.

Ia juga mengatakan pengiriman ke Australia akan dilakukan melalui skema government-to-government atau G2G, lalu diikuti peluang ke negara lain. Di tengah tekanan pasokan dunia, langkah itu memperlihatkan bahwa pupuk Indonesia mulai mendapat tempat di pasar internasional.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru