Indonesia resmi mengirim tiga wakil ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring setelah EVOS Divine lolos lewat jalur yang paling menegangkan. Kehadiran Macan Putih melengkapi daftar tim Merah Putih di fase penentuan bersama RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality.
Kepastian itu baru didapat setelah Knockout Stage pekan keempat berakhir pada 15–17 Mei 2026. EVOS Divine menuntaskan fase tersebut di posisi keenam dengan 211 poin, angka yang cukup untuk menjaga mereka tetap berada di zona enam besar.
Perjalanan EVOS Divine tidak berjalan tenang sejak awal. Mereka harus bertarung ketat melawan tim-tim Vietnam seperti P Esports, HEAVY, dan WAG hingga hari terakhir, sementara posisi mereka sempat berada di area yang rawan.
Nasib EVOS Divine ikut ditentukan oleh hasil buruk HEAVY pada game terakhir. Kekalahan itu mengubah peta klasemen dan membuat EVOS Divine tetap bertahan di enam besar, meski dengan selisih yang sangat tipis dari tim-tim di bawahnya.
Rasyah Rasyid dari EVOS Divine mengaku bersyukur timnya bisa melewati fase sulit tersebut. Ia menilai musim ini memberi banyak pelajaran bagi seluruh pemain dan menyebut masih ada evaluasi besar yang harus diselesaikan sebelum Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring dimulai.
Bagi Indonesia, lolosnya EVOS Divine membuat komposisi wakil di partai puncak regional menjadi lengkap. RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality lebih dulu memastikan tempat mereka, sehingga Indonesia memiliki tiga tim sekaligus di panggung penentuan.
Situasi ini memberi peluang besar bagi persaingan Indonesia di level Asia Tenggara. Grand Finals juga memiliki nilai penting karena gelar juara regional menjadi jalan menuju Esports World Cup 2026.
Sebanyak 12 tim dipastikan melaju ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring. Daftar itu terdiri dari Bigetron by Vitality, All Gamers Global, RRQ Kazu, GOW Esports, Team Falcons, Twisted Minds, Team Flash, WAG, Aurora Gaming, Buriram United, EVOS Divine, dan P Esports.
Di sisi lain, persaingan di papan tengah dan bawah juga berlangsung ketat sampai akhir Knockout Stage. ONIC Olympus gagal menembus Grand Finals, tetapi tetap bertahan di level Asia Tenggara setelah finis di peringkat ke-10 dengan 135 poin.
Hasil tersebut membuat ONIC terhindar dari degradasi ke FFNS 2026 Fall. Meski begitu, Adam Ramdani menilai target utama tim tidak tercapai dan masih ada banyak hal yang perlu dibenahi, baik dari sisi permainan maupun pengambilan keputusan di dalam pertandingan.
Berbeda dengan ONIC, Shadow Esports harus turun kasta setelah menutup klasemen di posisi terbawah dengan 119 poin. Mereka sempat tampil menjanjikan pada hari pertama, tetapi performa yang menurun pada hari-hari berikutnya membuat langkah mereka terhenti.
Juan Daniel Titarsole dari Shadow Esports mengatakan timnya sudah berusaha maksimal di setiap pertandingan. Ia menilai pengalaman di FFWS SEA musim ini akan menjadi modal penting untuk kembali bersaing di panggung Asia Tenggara pada musim berikutnya.
Menjelang Grand Finals, RRQ Kazu juga datang dengan modal positif dari ajang lain. Mereka menjuarai FFCM Indonesia 2026 Summer mode Clash Squad setelah mengalahkan EVOS Divine 3-2 di final.
RRQ Kazu sempat tertinggal pada dua game awal, lalu membalikkan keadaan dengan merebut tiga game berikutnya secara beruntun. Hasil itu menambah kepercayaan diri mereka saat bersiap menghadapi Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring yang akan berlangsung pada 30–31 Mei 2026.
Source: www.medcom.id






