Iran tetap tercatat sebagai peserta Piala Dunia 2026 meski sempat absen dalam kongres tahunan FIFA di Vancouver. Gianni Infantino menegaskan status tim nasional Iran tidak berubah dan mereka tetap akan tampil sesuai hasil undian yang sudah ditetapkan.
Penegasan itu muncul di tengah sorotan besar terhadap absennya Iran dari forum tahunan FIFA. Iran menjadi satu-satunya dari 211 anggota FIFA yang tidak hadir dalam kongres tersebut, sehingga kehadiran mereka di turnamen ikut memunculkan pertanyaan.
Status Iran tidak berubah
FIFA memastikan tidak ada perubahan pada posisi Iran sebagai peserta resmi Piala Dunia 2026. Tim itu tetap akan bermain di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Infantino juga menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang pemersatu, bukan pemisah. Pernyataan itu disampaikan untuk meredam ketidakpastian yang sempat berkembang soal keikutsertaan Iran.
Dalam penjelasan yang sama, Infantino menyebut Iran akan bermain di Amerika Serikat sesuai hasil undian. Lokasi yang sudah ditetapkan menempatkan mereka di Seattle dan Los Angeles.
Jadwal grup sudah ditetapkan
Iran berada di Grup G dan telah memiliki jadwal pertandingan yang jelas. Mereka akan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat.
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni 2026. Setelah itu, mereka akan bertemu Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026.
Sebelumnya, Iran sempat meminta agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun FIFA memastikan jadwal itu tetap berjalan di Amerika Serikat sesuai penetapan turnamen.
Absennya delegasi Iran di Vancouver
Di balik kepastian itu, absennya delegasi Federasi Sepak Bola Iran di Vancouver tetap menyita perhatian. Presiden federasi, Mehdi Taj, sebelumnya dijadwalkan hadir dalam kongres FIFA tersebut.
Media Iran, Tasnim, melaporkan bahwa delegasi itu ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Kanada. Laporan tersebut menyebut Mehdi Taj memiliki kaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.
IRGC telah ditetapkan sebagai organisasi teroris di Kanada. Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian menegaskan bahwa anggota IRGC dilarang masuk ke wilayah Kanada.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand juga menyoroti hubungan kedua negara yang sudah lama terputus. Ia menyebut Kanada dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik selama lebih dari 10 tahun.
Sikap Amerika Serikat ikut disorot
Isu kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 juga mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Iran tetap diterima di turnamen itu, meski ia mengingatkan soal faktor keamanan.
Setelah pernyataan Infantino, Trump kembali menyatakan dukungannya. Ia mengatakan Iran tetap boleh bermain dan menyetujui sikap FIFA.
“Namun, kalau Gianni sudah mengatakan, saya setuju. Biarkan mereka bermain,” ujarnya.
Dengan sikap yang datang dari FIFA, Kanada, dan Amerika Serikat, posisi Iran di Piala Dunia 2026 tetap tidak berubah. Hingga kini, mereka masih tercatat sebagai peserta resmi dan akan menjalani laga grup di Amerika Serikat sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Source: www.beritasatu.com






