Infinity Ward Bikin Gerak Modern Warfare 4 Makin Lincah, Map Tetap Fokus Baku Tembak

Author: Redaksi Android62

Infinity Ward tampaknya ingin Modern Warfare 4 terasa lebih enak dimainkan tanpa kehilangan identitas utamanya. Arah yang diambil jelas: gerak dibuat lebih luwes, senjata dibuat lebih menggoda, tetapi peta inti multiplayer tidak dibiarkan berubah menjadi arena parkour liar.

Salah satu batas yang paling tegas ada pada desain peta. Studio itu menekankan bahwa core multiplayer tetap berpusat pada baku tembak, bukan pada lintasan mobilitas yang memaksa pemain terus memanjat, melompat, atau mengeksekusi gerakan akrobatik.

Joe Cecot, multiplayer creative director Infinity Ward, menegaskan bahwa studio tidak sedang berusaha menandingi studio Call of Duty lain dengan cara yang negatif. Menurutnya, Infinity Ward justru ingin terus mendorong kualitas setinggi mungkin sambil mendefinisikan ulang Modern Warfare untuk era sekarang.

Perbedaan pendekatan antar studio juga dianggap penting. Jacky Reynolds, design lead multiplayer, menggambarkannya seperti rasa es krim yang berbeda, sehingga seri Call of Duty tidak terasa sama setiap tahun.

Di sisi pengembangan, budaya kerja internal ikut menjadi bagian dari hasil akhir. Cecot menjelaskan bahwa setiap departemen ikut bertanggung jawab atas kualitas, termasuk gameplay programmer dan animator, sementara tim rutin memainkan game setiap Jumat untuk menilai apakah permainan itu masih menyenangkan.

Modern Warfare 4 juga dibangun dengan pelajaran dari masalah lama. Infinity Ward mengakui bahwa perubahan di Modern Warfare 2 memang sempat membuat permainan terasa lebih taktis, tetapi di sisi lain juga menambah friksi dan mengurangi kesenangan bagi sebagian pemain.

Dari situ, tim memutuskan membangun Modern Warfare 4 dari awal. Tujuannya bukan sekadar mengubah angka atau menambal bagian kecil, melainkan memperbaiki elemen yang membuat permainan terasa lambat sambil tetap mempertahankan karakter Modern Warfare yang keras, membumi, dan taktis.

Salah satu contoh paling jelas ada pada sistem mantle. Cecot mengatakan sistem itu ditulis ulang agar momentum pemain tetap terjaga, memungkinkan strafing saat mantle, dan bahkan bisa langsung berlanjut ke slide.

Infinity Ward juga mendapat ruang lebih besar untuk bergerak karena strategi perilisan beberapa Modern Warfare dan Black Ops dilakukan secara berurutan. Waktu tambahan itu dipakai untuk mengambil langkah yang lebih besar pada aspek yang dianggap penting.

Perubahan yang lahir dari ruang tersebut mencakup mobility, Kill Block, hip fire, dan sejumlah peningkatan fidelity. Bagi tim, semua itu menjadi cara untuk menaikkan kualitas tanpa meninggalkan identitas seri.

Di sisi senjata, Modern Warfare 4 menempatkan apex attachments sebagai salah satu fokus utama. Reynolds menyebut fitur ini terinspirasi dari era Modern Warfare 2 dan Call of Duty lama, ketika pemain sering melihat senjata di killcam lalu ingin memilikinya.

Menurut Reynolds, apex attachments memberi cara baru untuk memakai senjata yang sudah dikenal. Cecot menambahkan bahwa fitur itu dirancang untuk memberi alasan baru agar pemain menyukai senjata yang sama dengan cara berbeda, sekaligus membuat proses peningkatan senjata terasa layak dikejar.

Sistem tersebut juga diposisikan sebagai bagian dari reward loop. Harapannya, pemain terdorong memaksimalkan level semua senjata demi membuka seluruh apex attachments.

Walau mobilitas diperkuat, Infinity Ward tetap menahan core multiplayer agar tidak berubah arah. Cecot menyebut tidak ada peta yang bermain seperti mobility course, karena area seperti itu hanya dibuat untuk menguji sistem gerak.

Ia memang menyebut ada peta bernama Coal yang memiliki vertikalitas lebih tinggi. Namun, tim tetap tidak ingin multiplayer inti berubah menjadi ajang parkour karena fokus utama tetap tembak-menembak.

Di luar itu, Cecot belum membuka banyak detail soal matchmaking. Ia hanya mengatakan Infinity Ward tertarik membahasnya, sambil menjelaskan bahwa tim bekerja bersama Demonware yang sedang meninjau cara kerja matchmaking di Black Ops 7.

Pembahasan lain menyentuh Warzone. Cecot mengatakan studio ingin membicarakannya, tetapi belum siap, meski mereka punya peran penting karena pernah bekerja pada Warzone original dan ikut mengarahkannya.

Ada juga topik yang disampaikan dengan nada ringan, yaitu pesan “update requires restart”. Cecot mengaku tim juga tidak menyukainya dan sedang berusaha menghilangkannya, meski proyek ini masih harus dilihat apakah bisa dilakukan di Switch 2 atau tidak.

Berita Terbaru