Infinix GT 50 Pro tampil sebagai pilihan yang paling tegas untuk gamer hardcore karena membawa GT Trigger, layar 144Hz, dan sistem pendingin yang dirancang menjaga performa tetap stabil saat bermain lama. Di sisi lain, POCO X8 Pro justru datang dengan paket yang lebih seimbang, sehingga lebih masuk akal untuk pengguna yang ingin kencang di game sekaligus nyaman dipakai harian.
Perbedaan pendekatan itu membuat duel keduanya menarik. Satu mengincar pengalaman bermain yang agresif, sementara yang lain menawarkan kombinasi performa, kamera, pengisian daya, dan efisiensi yang lebih merata.
Performa mentah dan pendinginan
POCO X8 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 8500-Ultra berbasis fabrikasi 4nm, lalu dipasangkan dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini membuat loading game, multitasking, dan proses rendering video berjalan cepat dan mulus.
Infinix GT 50 Pro memakai Dimensity 8400 Ultimate yang juga sangat kencang untuk gaming kompetitif. Infinix menambah HydroFlow Liquid Cooling dan N1 Network Chip agar suhu tetap terkendali dan koneksi tetap stabil saat bermain gim daring.
Layar yang membedakan pengalaman bermain
Di sektor layar, Infinix GT 50 Pro unggul untuk gamer kompetitif berkat refresh rate 144Hz. Panel 6,78 inci memberi ruang visual yang luas, sementara animasinya terasa lebih halus pada gim yang mendukung frame rate tinggi.
POCO X8 Pro membawa layar AMOLED 1.5K 120Hz dengan tingkat kecerahan hingga 3500 nits. Layarnya menawarkan tampilan tajam, warna yang kaya, dan tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari, ditambah touch sampling rate hingga 2560Hz dalam mode gaming untuk respons sentuhan yang sangat cepat.
Desain dan karakter penggunaan
POCO X8 Pro tampil dengan desain yang lebih minimalis dan elegan. Bodinya disebut tetap nyaman digenggam, bobotnya relatif ringan untuk ukuran HP gaming berbaterai besar, dan finishing matte membuatnya terasa premium sekaligus tidak mudah meninggalkan sidik jari.
Infinix GT 50 Pro memilih jalur yang lebih berani dengan desain futuristis dan mekanikal. Identitas gaming-nya langsung terlihat, apalagi dengan kehadiran GT Trigger di sisi bodi yang memberi sensasi kontrol lebih responsif saat bermain gim FPS atau MOBA.
Kamera dan kebutuhan di luar bermain gim
Jika dipakai untuk kebutuhan di luar gaming, POCO X8 Pro terlihat lebih lengkap. Kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX882 dan OIS mampu menghasilkan foto yang detail serta stabil, termasuk saat merekam video 4K 60fps.
Kamera depan 20MP juga lebih ideal untuk selfie dan siaran langsung. Infinix GT 50 Pro tetap membawa kamera utama 50MP OIS, tetapi kamera depannya 13MP dan fokus utamanya masih jelas berada di sektor gaming.
Baterai, isi ulang, dan nilai pakai
Keduanya sama-sama dibekali baterai 6500 mAh, kapasitas yang tergolong besar untuk standar 2026. Bedanya, POCO X8 Pro unggul karena mendukung pengisian daya 100W HyperCharge yang membuat proses isi ulang jauh lebih singkat.
Infinix GT 50 Pro masih memakai fast charging 45W, tetapi menawarkan wireless charging 30W sebagai nilai tambah. Fitur ini memberi opsi pengisian yang lebih praktis bagi pengguna yang menginginkan pengalaman lebih modern.
Harga dan posisi di pasar
POCO X8 Pro diperkenalkan secara global pada awal 2026 dan mulai masuk pasar Indonesia pada kuartal pertama 2026. Di Indonesia, harga resminya diperkirakan mulai dari Rp5,9 jutaan untuk varian dasar dan mendekati Rp7 jutaan untuk versi tertinggi.
Infinix GT 50 Pro meluncur di Indonesia pada 24 April 2026. Harganya tercatat Rp6.999.000 untuk varian 12GB/256GB dan Rp7.999.000 untuk versi 12GB/512GB.
Melihat seluruh perangkat kerasnya, POCO X8 Pro lebih cocok bagi pengguna yang ingin HP gaming kencang tetapi tetap kuat di kamera, multimedia, dan efisiensi harian. Sementara itu, Infinix GT 50 Pro lebih pas untuk gamer yang memprioritaskan pengalaman bermain, dari kontrol fisik sampai layar yang dibuat lebih agresif.
