Inggris Siap Hadapi RD Kongo, Jalur Menuju Final Bisa Makin Berat

Author: Redaksi Android62

Inggris tidak hanya memikirkan satu pertandingan saat menghadapi RD Kongo di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7) malam WIB. Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 itu juga membuka kemungkinan jalur turnamen yang jauh lebih berat menuju final.

Jika mampu melewati RD Kongo, Inggris berpotensi langsung masuk ke rangkaian lawan besar pada fase berikutnya. Peta turnamen menunjukkan bahwa tantangan mereka bisa berlanjut ke Mexico City, lalu berpotensi mempertemukan Brasil di perempat final dan Argentina di semifinal.

Jalan terjal menanti setelah babak 32 besar

Di 16 besar, Inggris bisa bertemu Meksiko atau Ekuador. Setelah itu, lawan yang mungkin muncul di perempat final adalah Brasil, Jepang, Pantai Gading, atau Norwegia.

Pada semifinal, kemungkinan lawan Inggris semakin beragam, dengan nama-nama seperti Argentina, Mesir, Swiss, Kolombia, atau Ghana. Jika terus melaju sampai partai puncak, mereka bisa bertemu Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal, atau Belanda.

Karena itu, duel kontra RD Kongo menjadi lebih dari sekadar laga sistem gugur pertama. Hasil pertandingan ini dapat menentukan seberapa sulit jalan Inggris menuju trofi, termasuk kemungkinan menghadapi perpindahan lokasi yang ekstrem ke Mexico City.

Modal kuat dari fase grup

Inggris datang sebagai juara Grup L setelah menutup fase grup dengan kemenangan atas Panama. Sebelumnya, tim asuhan Thomas Tuchel itu sempat bermain imbang tanpa gol melawan Ghana.

Hasil melawan Ghana menjadi pengingat bahwa turnamen ini tidak memberi ruang besar untuk lengah. Situasi itu juga membuat Inggris menaruh perhatian serius pada setiap detail pertandingan menjelang fase gugur.

Noni Madueke menegaskan bahwa timnya memberi perhatian besar pada persiapan menghadapi titik putih. Menurutnya, seluruh aspek permainan, termasuk adu penalti, diperlakukan dengan serius.

Pemain sayap Arsenal itu juga menilai fase knockout menuntut standar yang lebih tinggi dari setiap pemain. Ia menyebut detail kecil bisa menjadi pembeda ketika pertandingan berlangsung ketat.

Persaingan di lini depan tetap ketat

Madueke juga berada dalam persaingan ketat di lini serang Inggris, terutama dengan Bukayo Saka yang baru pulih dari cedera. Meski demikian, ia menilai hubungan mereka tetap baik dan kompetisi internal justru membantu menjaga level tim.

Ia menyebut dirinya dan Saka memiliki karakter permainan yang berbeda dan saling melengkapi. Madueke merasa lebih kuat di ruang terbuka, sementara Saka lebih efektif saat situasi padat pemain.

Menurut Madueke, kedalaman skuad menjadi keuntungan besar bagi Inggris dalam turnamen dengan jadwal padat. Standar tinggi di dalam tim membuat setiap pemain harus terus menjaga performa terbaik agar tetap mendapat tempat.

RD Kongo datang dengan momen bersejarah

Di sisi lain, RD Kongo lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka merebut tiket itu lewat kemenangan dramatis atas Uzbekistan dan hasil imbang melawan Portugal.

Pertandingan melawan Inggris akan menjadi penampilan perdana Les Leopards di fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Situasi itu menjadikan laga tersebut sangat berarti bagi tim asal Afrika tersebut.

Penyerang Newcastle, Yoane Wissa, mengakui bahwa laga melawan Inggris akan sangat berat. Ia menilai lawan yang dihadapi berada di level elit sepak bola dunia.

Namun, Wissa menegaskan bahwa RD Kongo datang dengan motivasi besar untuk menikmati momen langka itu. Ia juga merasa timnya layak berada di panggung sebesar ini dan ingin menunjukkan kapasitas mereka.

Bagi Wissa, turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian pribadi setelah melalui masa sulit akibat cedera lutut parah. Ia menyebut proses pemulihan yang panjang membuatnya semakin bangga bisa kembali tampil di level tertinggi.

Wissa menambahkan bahwa gol pada laga penentu sebelumnya memberi dorongan penting menjelang duel melawan Inggris. Ia menilai kondisi fisik dan mental yang prima akan sangat menentukan kualitas permainannya.

Berita Terbaru