Inggris Tumbang di Semifinal, Henry Nilai Tuchel Terlalu Cepat Menyerah

Keunggulan Inggris atas Argentina berubah menjadi kekalahan setelah Thomas Tuchel terlalu cepat mengubah pendekatan timnya menjadi defensif. Thierry Henry menilai Marcus Rashford seharusnya dimainkan sebelum Inggris beralih penuh ke skema bertahan.

Inggris akhirnya kalah 1-2 di semifinal Piala Dunia 2026 setelah Argentina mencetak dua gol pada fase akhir pertandingan. Gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2 membalikkan keadaan setelah Anthony Gordon lebih dulu membawa Inggris unggul.

Momentum Inggris Hilang di Fase Akhir

Menurut Henry, persoalan utama bukan terletak pada keputusan untuk menjaga keunggulan, melainkan waktu penerapannya. Inggris dinilai mulai terlalu dini mempertahankan skor sehingga Argentina memperoleh ruang untuk menguasai bola dan meningkatkan tekanan.

MenitPemainPeristiwa
55Anthony GordonMembawa Inggris unggul
85Enzo FernandezMenyamakan kedudukan
90+2Lautaro MartinezMencetak gol kemenangan Argentina

Setelah Gordon mencetak gol, Tuchel memasang enam pemain belakang untuk melindungi keunggulan Inggris. Strategi tersebut tidak mampu mencegah Jordan Pickford kebobolan, bahkan membuat The Three Lions kesulitan mempertahankan kendali permainan.

Argentina kemudian memanfaatkan perubahan situasi itu dengan menambah kekuatan di lini depan. Lautaro Martinez masuk sebagai penyerang tambahan dan mencetak gol penentu pada masa tambahan waktu.

Rashford Baru Masuk Setelah Inggris Kebobolan

Tuchel baru memasukkan Marcus Rashford dan Ivan Toney setelah Argentina menyamakan kedudukan. Pergantian itu dimaksudkan untuk mengejar gol, tetapi datang ketika pertandingan sudah memasuki fase yang sulit bagi Inggris.

Inggris tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Rashford pun dinilai tidak memperoleh waktu yang cukup untuk memberikan pengaruh terhadap arah permainan.

Henry bahkan menilai Rashford semestinya masuk tepat sebelum Gordon mencetak gol. Dalam pandangannya, kehadiran penyerang tersebut dapat membantu Inggris tetap mengancam sehingga lawan tidak leluasa mengambil alih penguasaan bola.

“Saat Anda berada di bangku cadangan sebagai pelatih. Situasinya harus dianalisis karena Marcus Rashford seharusnya masuk tepat sebelum Anthony Gordon mencetak gol,” ujar Henry dalam komentarnya.

Eks penyerang Arsenal itu juga menyoroti keputusan Tuchel beralih ke formasi lima bek setelah Inggris unggul. Ia menilai perubahan tersebut terlalu cepat dilakukan dalam pertandingan semifinal yang masih menyisakan waktu untuk mengelola tekanan dengan cara berbeda.

“Setelah Gordon mencetak gol, tiba-tiba mereka beralih ke formasi lima bek, yang rasanya terlalu dini. Lalu mereka kehilangan Reece James dan memasukkan Nico O’Reilly, tetapi dia malah bermain di posisi sayap,” kata Henry.

Perubahan Pemain Ikut Menjadi Sorotan

Selain keterlambatan memasukkan Rashford, Henry memperhatikan momen ketika Reece James ditarik keluar. Nico O’Reilly masuk menggantikannya, tetapi ditempatkan di posisi sayap sehingga keputusan itu ikut dipertanyakan.

Henry tidak menyebut pendekatan Tuchel sebagai keputusan yang sepenuhnya keliru. Ia menilai gagasan untuk mempertahankan keunggulan tetap dapat dipahami, tetapi penerapannya membuat Inggris menyerahkan terlalu banyak kendali kepada Argentina.

“Jadi, apa yang dilakukan Thomas Tuchel itu tidak buruk. Hanya saja, mereka melakukannya terlalu dini,” ungkap Henry.

Ia menambahkan bahwa ketika Inggris mulai bertahan terlalu dalam, Argentina memiliki alasan untuk memasukkan lebih banyak penyerang. Tekanan yang terus meningkat akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan dan gol kemenangan.

“Namun, mereka merasa harus mulai mempertahankan keunggulan terlalu dini. Setelah itu, jika Anda adalah Argentina, Anda pasti akan memasukkan lebih banyak penyerang,” lanjut Henry.

Kekalahan di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, membuat Inggris gagal mencapai final Piala Dunia 2026. Tim tersebut kini harus menghadapi Perancis dalam laga perebutan peringkat ketiga, sementara keputusan Tuchel soal waktu bertahan dan pergantian Rashford terus menjadi perhatian.

Source: bola.kompas.com
Berita Terkait