Akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp187,05 triliun hingga akhir 2025. Capaian itu menjadi pijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menawarkan peluang pembangunan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus baru.
Hingga Juli 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut sekitar Rp6 triliun dari target sekitar Rp9 triliun sepanjang 2026. KEK Kendal juga telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I 2026.
| Indikator KEK Kendal | Realisasi | Periode |
|---|---|---|
| Akumulasi investasi | Rp187,05 triliun | Hingga akhir 2025 |
| Realisasi investasi | Sekitar Rp6 triliun | Hingga Juli 2026 |
| Target investasi | Sekitar Rp9 triliun | 2026 |
| Tenaga kerja terserap | Hampir 118 ribu orang | Hingga Triwulan I 2026 |
Skala investasi dan penyerapan tenaga kerja itu memperlihatkan peran kawasan industri sebagai penggerak ekonomi daerah. KEK Kendal disebut ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi kini telah memetakan enam lokasi peruntukan industri yang diproyeksikan menjadi kawasan industri. Sejumlah lokasi tersebut dilaporkan sudah memperoleh penjajakan minat dari investor.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyatakan daerah yang ingin mengajukan kawasan industri atau KEK baru harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satu ketentuan utama ialah ketersediaan lahan minimal 50 hektare.
Setiap peluang investasi juga telah disiapkan dalam kajian proyek yang siap ditawarkan kepada calon penanam modal. Kesiapan dokumen ini diharapkan memberi pilihan lokasi yang lebih jelas bagi investor yang berminat masuk ke Jawa Tengah.
Minat Sembcorp terhadap Jawa Tengah
Peluang pengembangan kawasan baru dibahas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Gareth Wong dari Sembcorp Industries di Kota Semarang pada 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama dan kemungkinan pembangunan kawasan industri berikutnya.
Sembcorp Industries telah menjadi mitra strategis Jawa Tengah sejak 2016, terutama dalam pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan. Perusahaan asal Singapura itu dikenal sebagai pengelola KEK Kendal serta Jababeka.
Menurut Sakina Rosellasari, kelancaran pengembangan KEK Kendal diharapkan dapat membuka jalan bagi Sembcorp untuk membangun kawasan industri lain di Jawa Tengah. Pemerintah memandang kawasan yang siap dikembangkan dapat menjadi magnet penanaman modal sekaligus pembuka lapangan kerja.
Gareth Wong menilai ruang pengembangan industri di Jawa Tengah masih besar. Sembcorp memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura, lalu melihat Indonesia sebagai bagian penting dari perluasan jangkauan usahanya.
“Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu,” kata Gareth Wong.
Ia menilai penambahan maupun perluasan kawasan industri menjadi langkah positif bagi pertumbuhan ekonomi dan masa depan Jawa Tengah. Menurutnya, Indonesia, terutama Jawa Tengah, tetap memiliki daya tarik kuat untuk pengembangan industri.
“Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat,” jelasnya.
Kelanjutan pembahasan investasi
Pembicaraan pada Juli 2026 melanjutkan komunikasi yang telah berlangsung sejak Agustus 2025. Dalam pertemuan sebelumnya, Gareth Wong telah menyampaikan rencana pengembangan KEK Kendal kepada Ahmad Luthfi.
Mediaindonesia.com melaporkan rencana tersebut kini masuk tahap realisasi melalui perluasan kawasan dan masuknya perusahaan baru. Kelanjutan proyek di enam lokasi yang dipetakan akan bergantung pada kesiapan lahan, kajian investasi, dan minat pelaku usaha.
Source: mediaindonesia.com






