Rencana investasi mesin khusus baterai solid-state senilai 59,2 miliar yuan atau sekitar Rp134 triliun belum juga bergerak. Angka besar itu mencerminkan kehati-hatian industri, karena teknologi tersebut ternyata masih jauh dari tahap komersial penuh.
CATL kini secara terbuka mengakui bahwa pengembangan baterai solid-state perusahaannya baru berada di level empat dari skala sembilan tingkat. Dengan posisi itu, masih ada beberapa tahap teknis penting yang harus diselesaikan sebelum produksi massal bisa dimulai.
Masih Tertahan di Tahap Teknis
Ketua CATL, Robin Zeng, menyebut fokus utama pengembangan saat ini masih berada pada penyempurnaan jalur teknis, peningkatan keselamatan, dan pematangan model bisnis. Perusahaan juga masih harus menuntaskan persoalan resistansi kontak antarmuka serta integritas kemasan baterai.
Selama hambatan itu belum beres, CATL belum mempercepat pembangunan fasilitas produksi khusus untuk solid-state. Komersialisasi penuh baru bisa dilakukan setelah teknologi mencapai tingkat akhir dalam proses pengembangan.
Aturan Baru di China Ikut Mengubah Peta
Perubahan definisi baterai di China turut memengaruhi arah industri. Regulasi nasional yang segera berlaku membedakan secara tegas antara baterai semi-solid dan solid-state murni.
Dalam pedoman baru itu, baterai dengan kandungan elektrolit cair 5 persen hingga 20 persen masuk kategori hibrida. Sementara itu, baterai baru disebut solid-state jika kandungan elektrolit cairnya di bawah 5 persen.
Kondisi tersebut juga membuat penilaian terhadap infrastruktur manufaktur ikut berubah. Data industri menunjukkan lini produksi lithium-ion yang sudah beroperasi saat ini hanya membutuhkan modifikasi kurang dari 10 persen untuk menghasilkan baterai hibrida.
Target Produsen Belum Seragam
Di tengah kehati-hatian CATL, para produsen lain tetap membawa jadwal masing-masing. Chief Scientist CATL Wu Kai menargetkan teknologi solid-state mencapai level tujuh atau delapan pada 2027 sebagai tahap validasi skala percontohan.
Dongfeng Motor memiliki rencana yang berbeda dan menargetkan produksi massal baterai generasi baru pada akhir 2026. Namun, platform yang dikembangkan Dongfeng diperkirakan masih memakai arsitektur baterai hibrida untuk menjaga stabilitas termal dan mencapai jarak tempuh hingga 1.000 kilometer.
LFP Masih Menguasai Pasar
Di saat solid-state masih tertahan, baterai lithium iron phosphate atau LFP tetap mendominasi pasar kendaraan listrik China. Data China EV DataTracker mencatat total pemasangan baterai kendaraan listrik di China mencapai 71,9 GWh pada Mei 2026, naik 25,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total itu, LFP menyumbang 58,4 GWh dan menguasai 81,2 persen pangsa pasar. Sementara itu, baterai berbasis kimia ternary mencatat pemasangan 13,4 GWh dengan pangsa 18,6 persen.
Dominasi baterai cair dan hibrida menunjukkan bahwa solid-state masih butuh waktu sebelum benar-benar bisa mengambil alih teknologi yang sudah dipakai luas di industri. Untuk sementara, arah pengembangan CATL justru menegaskan bahwa transisi menuju baterai generasi baru akan berjalan bertahap, bukan cepat.







