Ioniq V Siap Menantang Pasar China, Jarak Tempuh 650 Km Jadi Andalan Hyundai

Hyundai menyiapkan Ioniq V sebagai senjata baru untuk merebut perhatian pasar mobil listrik Tiongkok. Varian jarak jauh model fastback ini membawa baterai LFP 66,8 kWh dan diklaim mampu menempuh hingga 650 km berdasarkan standar CLTC.

Angka tersebut menjadi kartu utama Hyundai di tengah persaingan yang semakin ketat di China. Menurut data China EV DataTracker, penjualan Hyundai di negara itu pada Mei lalu tercatat 6.500 unit, turun 8,9 persen dibanding periode yang sama sebelumnya.

Dirancang khusus untuk kebutuhan lokal

Ioniq V dikembangkan oleh Beijing Hyundai dan pertama kali diperkenalkan secara resmi dalam ajang Beijing Auto Show 2026. Model ini dijadwalkan meluncur di pasar Tiongkok pada 2026, setelah sebelumnya beberapa kali tertangkap kamera saat menjalani pengujian di jalan raya setempat.

Fokus Hyundai pada pasar lokal terlihat dari pemilihan baterai lithium iron phosphate atau LFP dari CATL. Mobil ini disiapkan dalam dua opsi kapasitas agar dapat menjangkau kebutuhan pengguna yang berbeda.

VarianSpesifikasi Utama
DasarBaterai LFP 53,5 kWh, motor listrik 140 kW atau 188 hp, jarak tempuh 520–540 km CLTC
Long-rangeBaterai LFP 66,8 kWh, motor listrik 225 hp, jarak tempuh 620–650 km CLTC

Varian dasar Ioniq V menggunakan baterai LFP 53,5 kWh produksi CATL yang dipasangkan dengan motor listrik berkekuatan 140 kW atau 188 hp. Dalam konfigurasi itu, jarak tempuhnya disebut berada di kisaran 520 hingga 540 km menurut siklus CLTC.

Sementara itu, varian long-range memakai baterai LFP 66,8 kWh dengan motor listrik bertenaga 225 hp. Versi ini diklaim mampu melaju 620 hingga 650 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar CLTC.

Dimensi besar dan kabin digital

Dari sisi ukuran, Ioniq V tergolong besar dengan panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta wheelbase 2.900 mm. Proporsi ini mendukung karakter fastback yang menjadi identitas utamanya.

Hyundai juga memberi sentuhan aerodinamis melalui garis kap mesin yang menyatu mulus ke kaca depan. Detail lain yang menonjol antara lain gagang pintu semi-tersembunyi dan lampu utama model terpisah atau split headlamp.

Di bagian interior, Hyundai memasang konfigurasi layar ganda berukuran total 27 inci. Tampilan ini menjadi pusat informasi kendaraan sekaligus sistem hiburan bagi pengemudi dan penumpang.

Model ini juga dibekali sistem bantuan pengemudi dari Momenta. Kehadiran fitur tersebut menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya mengandalkan jarak tempuh, tetapi juga menyiapkan teknologi berkendara pintar untuk pasar yang sangat kompetitif.

Arsitektur 800 volt dan peluang pengembangan lanjutan

Hyundai menyematkan arsitektur kelistrikan 800 volt pada Ioniq V untuk mendukung efisiensi sekaligus pengisian daya yang lebih cepat. Di segmen EV, kombinasi ini menjadi salah satu nilai jual penting bagi konsumen yang memperhitungkan kepraktisan harian.

Bobot paket baterai pada varian dasar mencapai 395 kg, sedangkan bobot kosong kendaraan berada di kisaran 1.707 hingga 1.737 kg. Pada varian long-range, bobot baterainya naik menjadi 465 kg dengan bobot kosong mobil di rentang 1.782 hingga 1.808 kg.

Hyundai juga disebut menyiapkan versi EREV atau Extended Range Electric Vehicle untuk Ioniq V di masa mendatang. Informasi itu menunjukkan bahwa lini model ini masih berpotensi berkembang setelah debut awalnya di Tiongkok.

Dengan kombinasi baterai LFP dari CATL, tenaga hingga 225 hp, jarak tempuh sampai 650 km CLTC, layar 27 inci, dan sistem 800 volt, Ioniq V diposisikan sebagai model yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan pasar China. Hyundai tampak ingin membangun kembali daya saingnya lewat mobil listrik yang menonjolkan efisiensi, teknologi, dan daya jelajah.

Source: otodriver.com

Berita Terkait