Iperindo Buka Pintu Transfer Teknologi, Kerja Sama Kapal Indonesia-Rusia Makin Serius

Author: Redaksi Android62

Kerja sama industri perkapalan Indonesia dan Rusia memasuki tahap yang lebih konkret setelah Iperindo meneken nota kesepahaman dengan Galangan Kapal Ak Bars. Kesepakatan ini menempatkan transfer teknologi, penguatan rantai pasok, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia maritim sebagai sasaran utama.

Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian pameran industri internasional Innoprom 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada Selasa (7/7). Momen tersebut juga menjadi bagian dari forum bisnis Indonesia–Rusia yang disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Perindustrian Rusia.

Langkah yang membuka akses industri lebih luas

Ketua Umum DPP Iperindo Anita Puji Utami hadir dalam penandatanganan bersama Wakil Ketua Bidang Industri Penunjang Michael Sutandar. Pada kesempatan yang sama, PT PCM Kabel Indonesia, salah satu anggota Iperindo, juga meneken nota kesepahaman dengan Galangan Kapal Ak Bars.

Kolaborasi itu dirancang untuk memperluas peluang bisnis sekaligus memperkuat hubungan industri maritim antara Indonesia dan Rusia. Anita menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya menyasar perdagangan, tetapi juga pengembangan industri dan alih teknologi.

“Melalui MoU ini kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara pelaku industri Indonesia dan Rusia. Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga pengembangan industri, alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan peluang bisnis yang lebih luas bagi anggota Iperindo,” ujar Anita.

Kesepakatan Pihak Terlibat Fokus Utama
MoU Iperindo Iperindo dan Galangan Kapal Ak Bars Kerja sama industri, alih teknologi, SDM, dan peluang bisnis
MoU Anggota Iperindo PT PCM Kabel Indonesia dan Galangan Kapal Ak Bars Kolaborasi bisnis dan penguatan rantai pasok maritim

Paviliun Indonesia tampil sebagai etalase industri nasional

Pada penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026, Indonesia mendapat status Country Partner. Melalui Kementerian Perindustrian, Paviliun Indonesia seluas sekitar 1.000 meter persegi dihadirkan dengan partisipasi kementerian, lembaga, BUMN, perusahaan swasta, dan berbagai asosiasi industri nasional.

Di dalam ajang itu, Iperindo menampilkan potensi industri perkapalan nasional lewat klaster khusus. Kehadiran tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kemampuan pelaku industri maritim Indonesia kepada mitra internasional dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Tindak lanjut difokuskan ke galangan dan tenaga kerja terampil

Menurut Anita, tindak lanjut dari kesepakatan ini akan diarahkan pada penjajakan kerja sama di sektor pembangunan kapal, industri pendukung, serta pengiriman tenaga kerja terampil ke galangan Ak Bars di Rusia. Ia berharap kemitraan ini menjadi fondasi kerja sama jangka panjang yang memperkuat daya saing industri perkapalan nasional.

Kerja sama tersebut juga merupakan kelanjutan dari kunjungan delegasi Galangan Kapal Ak Bars ke Indonesia pada April 2026. Saat itu, delegasi Rusia bertemu dengan Iperindo dan sejumlah perusahaan anggota untuk membahas potensi kolaborasi di sektor industri maritim.

Melalui forum bisnis Indonesia–Rusia itu, Iperindo menargetkan akses pasar internasional yang lebih terbuka dan transfer teknologi yang berjalan lebih cepat. Pada saat yang sama, kerja sama ini diharapkan mempererat hubungan ekonomi kedua negara di sektor maritim dan memberi ruang tumbuh yang lebih besar bagi industri perkapalan nasional.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru