Rumor soal iPhone 18 Pro mengarah ke satu detail yang paling menarik perhatian: kapasitas baterainya disebut tidak akan sama di semua negara. Digital Chat Station, pembocor yang kerap membagikan informasi lewat Weibo, menyebut Apple menyiapkan dua kapasitas berbeda untuk pasar tertentu.
Versi Amerika Serikat dikabarkan akan membawa baterai 4.288mAh, sedangkan versi China disebut memakai 4.056mAh. Selisih ini langsung memunculkan pertanyaan soal pengaruhnya terhadap pengalaman pakai harian, terutama bagi pengguna yang menaruh perhatian besar pada daya tahan baterai.
Perbedaan tray SIM jadi kunci
Perbedaan kapasitas itu dikaitkan dengan desain kartu SIM di tiap wilayah. Sejak iPhone 14, Apple menjual iPhone khusus eSIM di Amerika Serikat, sehingga perangkat tidak lagi membutuhkan slot SIM fisik.
Ruang kosong dari absennya tray SIM itulah yang disebut memberi peluang untuk memasang baterai lebih besar. Dengan kata lain, konfigurasi perangkat di Amerika Serikat berpotensi sedikit berbeda karena Apple punya ruang internal tambahan untuk dialokasikan ke baterai.
Kondisi ini juga membuat pasar lain ikut diperhatikan. India masih disebut menerima iPhone dengan slot kartu SIM fisik, sehingga model di sana kemungkinan mengikuti kapasitas 4.056mAh seperti yang diperkirakan untuk China.
Kenaikannya tidak terlalu besar
Bocoran tersebut juga memberi sinyal bahwa peningkatan baterai iPhone 18 Pro tidak akan melonjak jauh dari generasi sebelumnya. iPhone 17 Pro disebut memiliki baterai 3.988mAh di China dan 4.252mAh di Amerika Serikat.
Jika angka itu dijadikan pembanding, maka iPhone 18 Pro hanya menunjukkan kenaikan tipis. Situasi ini menandakan Apple tampaknya tidak bertumpu pada angka mAh semata untuk mendorong ketahanan daya yang lebih baik.
Pada praktiknya, kapasitas baterai memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan lama pakai ponsel. Kinerja chipset, manajemen daya, dan optimasi sistem operasi sering ikut memengaruhi hasil akhirnya.
A20 Pro disebut bakal ikut berperan
Di sisi lain, iPhone 18 Pro juga dirumorkan menggunakan chipset A20 Pro. Chip tersebut disebut akan diproduksi dengan proses 2nm yang lebih efisien.
Proses manufaktur yang lebih maju biasanya membantu konsumsi daya lebih rendah. Bila hal itu benar terwujud, daya tahan baterai bisa meningkat meski kenaikan kapasitas fisiknya tidak besar.
Skenario itu membuat versi 4.056mAh tetap berpeluang tampil kompetitif jika efisiensi sistem meningkat. Sementara itu, varian 4.288mAh di Amerika Serikat berpotensi mendapat keuntungan ganda dari kapasitas yang lebih besar dan chip yang lebih hemat daya.
Harga dan fitur lain masih dinanti
Soal harga, Apple belum mengumumkan angka resmi untuk iPhone 18 Pro. Digital Chat Station sebelumnya sempat memberi sinyal bahwa model ini bisa mengalami kenaikan harga yang cukup besar.
Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan prediksi sejumlah analis. Ming-Chi Kuo dan Jeff Pu menilai Apple masih mungkin menjaga harga agar pangsa pasar tetap terjaga, sehingga harga awal iPhone 18 Pro diperkirakan masih dekat dengan model Pro yang ada saat ini.
Selain isu baterai, perangkat ini juga disebut akan mendapat peningkatan kamera. Apple juga diharapkan membawa efisiensi yang lebih baik serta optimasi perangkat lunak yang lebih matang.
Di tengah semua rumor tersebut, kabar soal baterai yang bisa berbeda antarnegara menjadi salah satu detail paling menonjol. Isu ini menyentuh pengalaman pakai yang paling terasa sehari-hari, sekaligus menunjukkan bahwa konfigurasi iPhone 18 Pro mungkin tidak seragam di setiap pasar.
Source: sundayguardianlive.com






