Apple disebut sedang menyiapkan perubahan besar pada konektivitas iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model itu dikabarkan bisa berpindah otomatis dari 5G ke satelit saat sinyal seluler atau Wi-Fi melemah, sehingga koneksi tidak langsung terputus ketika jaringan darat hilang.
Pola ini terdengar berbeda dari fitur satelit yang selama ini ada di iPhone. Selama ini, koneksi satelit lebih identik dengan bantuan darurat dan masih menuntut pengguna melakukan langkah khusus untuk mengarahkan perangkat ke langit.
Satelit diposisikan lebih dekat ke pemakaian harian
Bocoran yang beredar menyebut iPhone 18 Pro akan memakai modem C2 buatan Apple sendiri. Modem ini dikaitkan dengan dukungan 5G NR-NTN atau Non-Terrestrial Networks, yang memungkinkan perangkat terhubung ke satelit dengan cara yang lebih terintegrasi di latar belakang.
Dalam skenario tertentu, kemampuan itu disebut tidak berhenti pada pesan darurat saja. Ponsel dilaporkan tetap bisa dipakai untuk panggilan biasa, pesan, dan akses data internet dalam batas tertentu ketika jaringan darat tidak tersedia.
Pendekatan ini juga disebut membuka peluang untuk kebutuhan yang lebih sering dipakai sehari-hari. Di antaranya adalah pesan teks reguler, akses internet terbatas, serta dukungan navigasi lewat Apple Maps saat sinyal jaringan menghilang.
Perbedaan utama ada pada otomatisasi
Salah satu poin paling menarik dari kabar ini adalah cara koneksi satelit bekerja. Pada model iPhone sebelumnya, pengguna masih perlu mengarahkan perangkat ke posisi tertentu agar koneksi satelit bisa terbentuk.
Pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, perpindahan jaringan disebut berjalan otomatis. Artinya, pengguna tidak perlu lagi mencari sudut atau posisi presisi saat ponsel kehilangan sinyal seluler atau Wi-Fi.
Jika benar hadir, perubahan ini membuat satelit terasa seperti lapisan konektivitas tambahan, bukan sekadar fitur darurat. Ponsel pun berpotensi tetap berguna ketika pengguna berada di wilayah terpencil, terkena bencana, atau jauh dari infrastruktur jaringan.
Bukan fitur baru, tetapi perluasan fungsi
Di iPhone yang sudah mendukung iOS 18, Apple sebenarnya sudah menyediakan beberapa fungsi satelit. Salah satunya adalah Emergency SOS via Satellite untuk menghubungi layanan darurat saat tidak ada koneksi seluler atau Wi-Fi.
Apple juga telah menghadirkan Roadside Assistance via Satellite. Fitur itu ditujukan untuk membantu pengguna yang berada di lokasi terpencil ketika jaringan biasa tidak tersedia.
Namun, kemampuan yang ada sekarang masih belum dirancang untuk komunikasi harian penuh. Karena itu, bocoran soal iPhone 18 Pro dianggap penting karena mengarah pada penggunaan satelit yang lebih dekat dengan pola pakai normal, meski tetap dalam batas tertentu.
Modem in-house jadi sorotan
Sorotan lain ada pada peralihan dari perangkat keras Qualcomm ke modem buatan Apple. Langkah ini disebut membuka ruang integrasi yang lebih ketat antara komunikasi satelit, sistem perangkat, dan pengelolaan jaringan.
Dengan modem internal C2, Apple dinilai bisa mengatur hubungan antara jaringan darat dan satelit dengan lebih rapat. Hasilnya, perpindahan koneksi yang terjadi di latar belakang dapat dibuat lebih mulus untuk pengguna.
Seri iPhone 18 juga disebut tidak meluncur sekaligus
Bocoran yang sama turut menyinggung strategi peluncuran seri iPhone 18. Apple disebut akan membagi perilisan ke dalam dua tahap, bukan merilis seluruh lini pada waktu yang sama.
Pada tahap pertama, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra yang disebut sebagai iPhone lipat diperkirakan meluncur pada September 2026. Sementara itu, iPhone 18 versi dasar, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 disebut baru hadir pada awal 2027.
Pemisahan jadwal ini memperlihatkan bahwa lini Pro dan perangkat kategori baru bisa mendapat panggung lebih besar. Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Apple soal modem C2 maupun perluasan fungsi satelit tersebut.
Source: sundayguardianlive.com






