Apple disebut tengah menyiapkan peningkatan besar untuk iPhone 18 Pro Max, dan sorotan utamanya ada pada baterai yang jauh lebih besar dari generasi sebelumnya. Pada varian Amerika Serikat, kapasitasnya diprediksi mencapai 5.425 mAh, angka yang menempatkan perangkat ini di jalur baru dalam persaingan ponsel flagship.
Lompatan kapasitas itu menjadi penting karena pasar premium kini semakin ketat. Di tengah tekanan dari rival Korea Selatan dan Tiongkok, Apple tampaknya ingin menunjukkan bahwa iPhone tetap bisa bersaing bukan hanya lewat chip dan efisiensi, tetapi juga melalui daya tahan baterai yang lebih serius.
Perbedaan kapasitas antara pasar global dan Amerika Serikat
Bocoran yang beredar menyebut varian Eropa atau global masih akan mempertahankan slot nano-SIM fisik. Karena itu, kapasitas baterainya diperkirakan berada di angka 5.235 mAh.
Sementara itu, varian Amerika Serikat disebut sepenuhnya beralih ke eSIM. Hilangnya slot kartu SIM fisik memberi ruang internal lebih lega, sehingga kapasitas baterai bisa didorong lebih besar hingga 5.425 mAh.
| Varian | Perkiraan Kapasitas Baterai | Catatan |
|---|---|---|
| Eropa / Global | 5.235 mAh | Masih memakai slot nano-SIM fisik |
| Amerika Serikat | 5.425 mAh | Beralih penuh ke eSIM |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa desain internal Apple tetap sangat dipengaruhi oleh kebutuhan ruang. Pada model yang masih membawa slot fisik, sebagian area perangkat harus dialokasikan untuk komponen itu sehingga ruang baterai menjadi lebih terbatas.
Naik jelas dari iPhone 17 Pro Max
Jika angka bocoran ini tepat, peningkatan pada iPhone 18 Pro Max akan terasa cukup nyata dibanding iPhone 17 Pro Max. Model sebelumnya disebut membawa baterai 4.823 mAh untuk pasar Eropa dan 5.088 mAh untuk pasar Amerika Serikat.
Artinya, iPhone 18 Pro Max versi Eropa atau global berpotensi naik sekitar 412 mAh atau sekitar 8,5 persen. Pada varian Amerika Serikat, kenaikannya mencapai 337 mAh atau sekitar 6,6 persen dari kapasitas sebelumnya.
| Model | Eropa / Global | Amerika Serikat |
|---|---|---|
| iPhone 17 Pro Max | 4.823 mAh | 5.088 mAh |
| iPhone 18 Pro Max | 5.235 mAh | 5.425 mAh |
Daftar kapasitas yang beredar juga menempatkan iPhone 18 Pro di bawah Pro Max. Model itu dikabarkan membawa 4.056 mAh untuk Eropa dan 4.288 mAh untuk Amerika Serikat.
Susunan tersebut menegaskan bahwa Apple masih menjaga jarak spesifikasi yang jelas antara dua model Pro. Pro Max tetap diposisikan sebagai varian dengan daya tahan paling besar di lini atas.
Sejalan dengan kabar dari pembocor informasi
Angka yang beredar ini disebut selaras dengan bocoran dari Digital Chat Station. Sumber tersebut sebelumnya telah memberi isyarat bahwa model Pro Max akan menembus kapasitas 5.000 mAh.
Di sisi lain, perubahan ke eSIM pada varian Amerika Serikat juga membuat kapasitas yang lebih besar terasa masuk akal. Kombinasi ruang internal yang lebih lega serta optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak Apple kerap menjadi faktor penting dalam efisiensi daya iPhone.
Persaingan flagship makin ketat
Kabar soal baterai besar pada iPhone 18 Pro Max muncul di saat kompetisi ponsel premium semakin agresif. Samsung Galaxy S26 Ultra disebut memiliki kapasitas baterai yang setara dengan iPhone 17 Pro Max di atas kertas, meski daya tahan nyata biasanya sedikit lebih rendah.
Namun, merek-merek asal Tiongkok disebut sudah lebih jauh dalam soal kapasitas. Di segmen unggulan mereka, baterai 7.500 mAh disebut sudah menjadi hal yang umum.
Beberapa model seperti Xiaomi 17 Pro Max, OPPO Find X9 Pro, dan OnePlus 15 juga disebut menunjukkan performa yang lebih unggul dibanding iPhone maupun Galaxy terbaru dalam berbagai uji ketahanan baterai. Situasi ini membuat langkah Apple menaikkan kapasitas baterai terasa semakin relevan.
Arah strategi Apple menuju generasi berikutnya
Selain baterai yang lebih besar, iPhone 18 Pro Max juga dikaitkan dengan chip A20 Pro 2nm. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Apple ingin memperkuat daya tahan perangkat tanpa meninggalkan fokus pada efisiensi yang selama ini menjadi ciri khas iPhone.
iPhone 18 sendiri diperkirakan akan meluncur pada September 2026. Jika bocoran kapasitas ini terbukti benar, Apple tampaknya tidak hanya mengejar performa, tetapi juga berusaha menjaga posisi iPhone agar tetap kompetitif dalam pertarungan daya tahan melawan ponsel flagship dari Korea Selatan dan Tiongkok.
Source: www.merahputih.com






