Apple dikabarkan menyiapkan momen penting untuk John Ternus saat ia resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO. Perangkat yang disebut akan jadi panggung debutnya bukan produk biasa, melainkan iPhone lipat yang selama ini sudah lama jadi bahan rumor di ekosistem Apple.
Jika laporan yang beredar ini tepat, langkah tersebut akan langsung memberi sinyal bahwa era baru Apple tidak dibuka dengan pembaruan kecil. Perusahaan justru tampak ingin menonjolkan kepemimpinan baru lewat perangkat kategori baru yang bisa menjadi wajah arah inovasi berikutnya.
iPhone lipat diposisikan sebagai simbol awal era Ternus
Pilihan Apple untuk menempatkan iPhone lipat sebagai produk perdana disebut punya makna besar. Bukan hanya soal perangkat baru, tetapi juga cara perusahaan ingin menegaskan bahwa kepemimpinan Ternus akan dimulai dengan gebrakan teknis yang kuat.
Ternus sendiri bukan sosok asing di Cupertino karena ia pernah ikut terlibat dalam pengembangan iPad generasi pertama. Latar belakang itu membuatnya dipandang sebagai figur teknis yang memahami detail pengembangan produk, bukan sekadar eksekutif yang berfokus pada sisi bisnis.
Dengan rekam jejak seperti itu, kehadiran Ternus di kursi CEO berpotensi memperkuat citra Apple sebagai perusahaan yang tetap serius pada rekayasa produk. Narasi ini juga penting saat Apple hendak memperkenalkan perangkat yang ekspektasinya tinggi di pasar.
Harga iPhone lipat disebut mulai Rp 34,4 juta
Di sisi banderol, iPhone lipat dikabarkan akan dipasarkan mulai 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 34,4 juta. Jika angka tersebut benar, maka perangkat itu akan menjadi iPhone paling mahal yang pernah dirilis Apple.
Posisi harga setinggi itu menempatkan produk ini di kelas premium ekstrem. Artinya, Apple tampaknya tidak sedang membidik pasar massal pada tahap awal, melainkan pengguna yang mencari perangkat unik, canggih, dan berada di level tertinggi dalam ekosistem iPhone.
Harga tersebut juga akan membuat publik menilai apakah Apple mampu menghadirkan pengalaman yang benar-benar sepadan. Pada level ini, detail desain, kualitas layar, dan kenyamanan penggunaan akan menjadi sorotan utama.
Desainnya menggabungkan ponsel dan tablet kecil
Berdasarkan laporan yang beredar, konsep iPhone lipat Apple dibuat cukup mudah dipahami. Saat tertutup, perangkat akan tampak seperti iPhone biasa, sedangkan ketika dibuka, bentuknya menyerupai iPad mini.
Ukuran layar utama disebut sekitar 7,8 inci saat dibuka, sementara layar luar berukuran 5,5 inci ketika perangkat dilipat. Apple juga dikabarkan mengembangkan engsel dan panel layar agar bekas lipatan di tengah bisa diminimalkan, bahkan nyaris tidak terlihat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya mengejar tampilan yang menarik. Perusahaan tampaknya ingin memastikan perangkat lipat tersebut tetap nyaman dipakai dalam aktivitas harian, baik saat dipakai sebagai ponsel maupun saat berubah menjadi layar yang lebih luas.
Apple datang belakangan, tetapi tetap punya modal besar
Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat memang bisa dibilang terlambat dibanding sejumlah pesaing. Samsung sudah lebih dulu bermain di segmen ini sejak tujuh tahun lalu, sementara Huawei, Oppo, dan merek lain juga telah lebih dahulu hadir di kategori serupa.
Meski begitu, keterlambatan itu tidak otomatis menutup peluang Apple. Basis pengguna iPhone yang loyal di banyak negara masih menjadi kekuatan besar, terutama jika perusahaan mampu menyajikan kualitas perangkat dan pengalaman penggunaan yang sesuai harapan pasar.
Sejumlah analis juga menilai format iPhone lipat lebih mudah dipahami konsumen dibanding produk eksperimen lain. Saat tertutup, perangkat tetap berfungsi seperti ponsel biasa, lalu berubah menjadi layar yang lebih besar ketika dibuka, sehingga transisinya terasa lebih natural bagi pengguna.
Masih sebatas rumor, tetapi arah strateginya mulai terlihat
Apple sejauh ini belum memberi penjelasan resmi soal detail iPhone lipat maupun jadwal pastinya. Namun, rangkaian laporan yang muncul membuat proyek ini terlihat semakin serius dan makin dekat ke tahap pengenalan.
Sejumlah analis memprediksi iPhone Fold akan diperkenalkan pada 2026, kemungkinan bersamaan dengan seri iPhone generasi berikutnya. Jika skenario itu benar terjadi, debut Ternus akan langsung terkait dengan salah satu langkah paling strategis Apple di lini iPhone, yaitu masuk ke pasar perangkat lipat dengan produk yang diposisikan sebagai simbol era barunya.
Source: tekno.kompas.com






