Iran Tangkap 17 Tersangka Sabotase di Ilam, Senjata dan TNT Ikut Disita

Kementerian Intelijen Iran menangkap 17 orang yang diduga terlibat dalam jaringan sabotase internasional di Provinsi Ilam, wilayah barat negara itu. Para tersangka disebut bekerja sebagai tentara bayaran untuk Amerika Serikat dan Israel, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Dalam operasi tersebut, aparat juga menyita sejumlah barang yang diduga terkait aktivitas sabotase. Barang bukti itu mencakup tiga blok bahan peledak TNT, satu pucuk senapan Kalashnikov, satu butir granat, dan sejumlah senjata tajam berupa golok.

Penyelidikan Mengarah ke Tiga Pemimpin Lapangan

Otoritas intelijen Iran menyebut tiga orang yang diduga menjadi pemimpin lapangan jaringan itu telah diidentifikasi. Dari pengembangan penyelidikan, 14 orang lainnya kemudian diamankan karena diduga ikut aktif dalam sel sabotase yang sama.

Identitas para tersangka belum dibuka ke publik. Pemerintah Iran menahan informasi itu karena penyelidikan masih berlangsung.

Aktivitas yang Dituduhkan

Kementerian Intelijen Iran menuduh para tersangka terlibat dalam perusakan fasilitas umum, pembakaran, penembakan, serta pembuatan video propaganda untuk menebar rasa takut di masyarakat. Pernyataan resmi itu menempatkan kasus ini sebagai bagian dari ancaman yang lebih luas terhadap keamanan nasional.

Pemerintah juga menyoroti adanya keterkaitan dengan jaringan intelijen asing di kawasan perbatasan. Menurut pihak berwenang, temuan ini memperkuat dugaan bahwa kelompok tersebut tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga menyiapkan aksi yang dapat mengganggu stabilitas dalam negeri.

Pengawasan di Wilayah Barat Diperketat

Operasi di Ilam menjadi bagian dari penguatan keamanan nasional yang sedang dijalankan Teheran. Aparat menyebut penindakan itu berawal dari pemantauan intelijen yang intensif dan laporan proaktif dari masyarakat.

Penangkapan 17 tersangka ini menunjukkan meningkatnya kewaspadaan aparat Iran terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu stabilitas negara. Dalam kasus Ilam, kerja intelijen dan partisipasi warga disebut menjadi kunci utama dalam mengungkap jaringan yang diduga menjalankan sabotase untuk kepentingan pihak asing.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait