Isaac Herzog Sebut Damai Israel-Arab Saudi sebagai Impian Pribadi

Author: Redaksi Android62

Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan perdamaian antara Israel dan Arab Saudi merupakan impian pribadinya. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Arab Saudi, Al-Arabiya, yang ditayangkan Kamis (16/7/2026).

Herzog menempatkan normalisasi dengan Riyadh sebagai bagian penting dari pendekatan regional yang ingin didorong Israel. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Putra Mahkota Mohammed Bin Salman atau MBS.

“Adalah impian saya untuk melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Saya menaruh hormat yang besar kepada Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS),” ujar Herzog.

Keinginan tersebut muncul ketika Israel juga menyoroti kemitraan strategisnya dengan Amerika Serikat. Herzog menilai hubungan kedua negara tetap berjalan baik meski kadang terdapat perbedaan pandangan taktis.

Menurut Herzog, perbedaan itu tidak mengubah arah besar kerja sama Israel dan AS. Ia menggambarkan dialog antarkedua negara berlangsung erat, terutama dalam pembicaraan tertutup.

Dalam konteks keamanan, Herzog turut menyinggung Iran dan kelompok proksinya sebagai tantangan yang dihadapi Israel. Ia menyatakan Israel dan AS memiliki pemahaman mengenai ancaman tersebut, termasuk pandangan pihak di Teheran terhadap kedua negara.

Herzog menyampaikan penghormatan kepada Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta jajaran pemerintahan Trump. Ia berpandangan kerja sama dengan Washington dapat membantu mendorong stabilitas geopolitik yang lebih luas.

Riyadh dalam agenda pendekatan kawasan

Herzog mengatakan Israel menginginkan pendekatan kembali antarbangsa di kawasan. Namun, ia menekankan bahwa rekonsiliasi tidak cukup hanya dibangun melalui hubungan politik.

Ia memandang dialog keagamaan dan kebudayaan juga perlu diperkuat untuk menciptakan keharmonisan jangka panjang. Dalam pandangannya, perdamaian resmi harus disertai fondasi hubungan masyarakat yang lebih mendalam.

Herzog menegaskan pentingnya kehidupan berdampingan antara umat Yahudi dan Muslim. “Saya percaya umat Yahudi dan Muslim perlu hidup berdampingan di kawasan ini dalam damai,” katanya.

Ia juga berharap dapat bertemu secara resmi dengan jajaran kepemimpinan Arab Saudi di Riyadh pada suatu waktu. Herzog menyatakan dirinya tidak dapat datang ke Riyadh semata-mata sebagai warga biasa.

Abraham Accords sebagai rujukan

Dalam penjelasannya, Herzog mengaitkan harapan perdamaian dengan Arab Saudi dengan hubungan diplomatik Israel bersama sejumlah negara Arab. Ia menyebut Abraham Accords sebagai contoh hubungan yang menurutnya dapat berjalan sukses.

Negara Penilaian Herzog
Maroko Bagian dari hubungan diplomatik yang dibanggakan Israel
Bahrain Contoh hubungan yang dinilai berhasil terjalin
Uni Emirat Arab Bagian dari hubungan yang disebut kokoh oleh Israel

Herzog menyatakan Israel merasa senang dan bangga atas hubungan dengan Maroko, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Ia menilai hubungan tersebut menunjukkan peluang bagi kerja sama yang lebih luas di kawasan.

Seperti dikutip Kompas.com dari Jerusalem Post, Herzog juga menyoroti pentingnya konektivitas antara Timur dan Barat. Ia memandang perdamaian dengan Arab Saudi sejalan dengan arah pendekatan regional yang dapat didorong AS, Eropa, dan pihak lain.

Source: www.kompas.com
Berita Terbaru