Isi Daya Murah, Tapi Indomobil Tirano Tetap Bikin Repot Saat Touring Ke Puncak

Perjalanan panjang dengan Indomobil Tirano justru memperlihatkan sisi yang paling menantang dari motor listrik ini: baterai bisa cepat terkuras saat rute mulai banyak tanjakan, sementara waktu pengisian dayanya belum terasa singkat. Di atas kertas, Tirano memang menarik untuk dipakai harian, tetapi ketika dibawa touring dari Pondok Cabe ke Bogor hingga Puncak, kebutuhan mencari tempat cas menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.

Karakter itu terasa sejak motor mulai melaju dari titik awal dengan baterai terisi 98 persen. Akselerasinya spontan berkat torsi instan, dan dalam lalu lintas padat motor ini tetap terasa enak dikendalikan, terutama saat memakai mode Comfort yang membatasi kecepatan maksimal sekitar 55 km/jam.

Torsi besar jadi daya tarik utama

Pada penggunaan stop and go, Tirano memberi kesan agresif tanpa harus membuat pengendara mendengar suara mesin. Respons seperti ini menjadi salah satu nilai jual terkuatnya, terutama bagi yang mengutamakan sensasi tarikan awal saat bermanuver di jalan ramai.

Motor listrik ini juga menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Eco, Comfort, dan Sport. Mode Sport menawarkan akselerasi yang lebih tinggi, tetapi konsekuensinya baterai akan lebih boros.

Selain performa awal, Tirano membawa sejumlah fitur yang jarang ditemui di kelasnya. Ada cruise control, traction control, reverse mode, layar sentuh, projector lamp, dan konektivitas aplikasi yang disebut mendukung navigasi serta multimedia.

Desain adventure ikut menguatkan karakter

Secara tampilan, Tirano membawa bahasa desain adventure yang tegas. Motor ini juga dilengkapi rak bawaan di depan dan belakang, sehingga memberi kesan siap untuk mobilitas yang lebih variatif.

Kesan tersebut membuatnya terasa cocok bukan hanya untuk perjalanan pendek di dalam kota, tetapi juga untuk kebutuhan yang lebih jauh. Namun, pengalaman touring justru menunjukkan bahwa karakter menyenangkan di awal tidak otomatis sejalan dengan ketahanan baterai di medan yang lebih berat.

Setelah rute dari Pondok Cabe menuju Bogor, kapasitas baterai turun hingga sekitar 50 persen. Saat perjalanan berlanjut ke Bogor Selatan menuju Sukabumi yang banyak tanjakan, sisa daya turun lebih cepat lagi hingga 23 persen.

Rute menanjak jadi ujian sesungguhnya

Di jalur seperti itu, konsumsi daya Tirano meningkat tajam. Pengendara pun harus mulai memikirkan lokasi pengisian daya berikutnya karena sisa baterai terus menyusut seiring kondisi jalan yang menanjak.

Pencarian SPKLU dilakukan di kawasan Rancamaya, tetapi titik pengisian tersebut hanya menyediakan charger mobil listrik dan membutuhkan converter tambahan. Artinya, motor belum bisa langsung diisi di lokasi itu.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke SPKLU PLN lain di kawasan Gadok, Puncak. Saat tiba di sana, sisa baterai tinggal 9 persen setelah melewati jalur menanjak yang cukup menguras daya.

Isi daya praktis, tetapi belum cepat

Proses pengisian dilakukan lewat aplikasi PLN Mobile. Pengguna hanya perlu memindai barcode di SPKLU lalu menghubungkan kabel charger bawaan motor, sehingga tahap aktivasi terasa sederhana.

Masalahnya ada pada durasi pengisian yang masih panjang. Setelah sekitar empat jam, baterai Tirano baru terisi sampai 69 persen.

Meski begitu, biaya pengisian tergolong ringan. Untuk penggunaan sekitar 2 kWh, ongkosnya tercatat sekitar Rp15 ribu, dan ini menjadi salah satu keunggulan motor listrik dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

Kenyamanan masih menyisakan catatan

Selama perjalanan, suspensi depan juga ikut mendapat sorotan karena menimbulkan suara keras saat melintasi jalan bergelombang. Karena motor listrik hampir tidak mengeluarkan suara mesin, bunyi dari area suspensi jadi terasa lebih jelas dan cukup mengganggu.

Posisi duduknya pun dinilai belum sepenuhnya ideal untuk perjalanan panjang. Postur berkendara yang terlalu tegak membuat kaki mulai terasa pegal setelah lebih dari dua jam.

Walau begitu, catatan itu tidak menghapus nilai positif Tirano untuk pemakaian harian. Di dalam kota, posisi duduk masih terasa nyaman, sementara torsi besar, fitur yang lengkap, dan desain adventure tetap menjadi kombinasi yang paling mudah menarik perhatian.

Berita Terkait