Biaya pengisian mobil listrik ternyata bisa ditekan cukup jauh jika dilakukan di rumah. Untuk Changan Lumin, pengisian penuh baterai diperkirakan hanya memerlukan sekitar Rp48.000, sementara Deepal S07 berada di kisaran Rp136.000 untuk pengisian penuh di rumah.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa biaya harian mobil listrik sangat bergantung pada lokasi pengisian daya. Saat pengisian dilakukan di rumah, pengeluaran bisa lebih ringan dibandingkan memakai SPKLU dengan tarif reguler atau medium charging.
Tarif pengisian menjadi pembeda utama
Pengisian di rumah mengacu pada listrik non-subsidi PLN yang berada di kisaran Rp1.700 per kWh. Sementara itu, pengisian di SPKLU untuk layanan reguler atau medium charging sekitar Rp2.475 per kWh.
Selisih tarif tersebut langsung memengaruhi biaya per kilometer. Karena itu, mobil listrik yang dipakai harian akan terasa lebih efisien atau lebih mahal tergantung kebiasaan pengisian daya penggunanya.
Hitungan pada Changan Lumin
Changan Lumin memiliki baterai 28,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km berdasarkan standar pengujian NEDC. Konsumsi energinya diklaim 9,3 kWh per 100 km atau setara 10,75 km/kWh.
Dengan tarif listrik rumah tangga non-subsidi, biaya energinya berada di kisaran Rp158 per km. Jika diisi di SPKLU, biayanya naik menjadi sekitar Rp230 per km, sehingga total biaya penggunaan harian tetap sangat dipengaruhi tempat pengisian.
Hitungan pada Deepal S07
Deepal S07 membawa baterai 79,97 kWh dan jarak tempuh hingga 560 km berdasarkan pengujian NEDC. SUV listrik ini mencatat konsumsi energi 14,2 kWh per 100 km atau setara 7,04 km/kWh.
Dalam skema pengisian di rumah, biaya energinya berada di kisaran Rp241 per km. Jika mengandalkan SPKLU, biayanya naik menjadi sekitar Rp351 per km, dengan kebutuhan dana sekitar Rp200.000 di SPKLU untuk pengisian penuh.
Pengisian cepat dan biaya servis
Kedua model itu sudah mendukung fast charging. Kapasitas baterai dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit, sehingga lebih fleksibel untuk kebutuhan harian maupun perjalanan tertentu.
Di luar listrik, kendaraan listrik juga menawarkan potensi efisiensi pada perawatan. Konstruksinya lebih sederhana karena tidak memakai mesin pembakaran internal dan berbagai komponen pendukungnya, sehingga biaya servis berpeluang lebih terkendali dalam jangka panjang.
Lebih relevan saat BBM berfluktuasi
Efisiensi biaya energi menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan listrik di tengah harga BBM yang fluktuatif. Karena itu, perhitungan total biaya kepemilikan tidak berhenti pada harga beli awal, tetapi juga pada biaya isi daya, servis, dan pemakaian rutin.
Changan menempatkan mobil listrik sebagai opsi mobilitas sehari-hari yang dinilai lebih terukur dari sisi biaya. Dengan jaringan pengisian yang terus berkembang, pilihan isi daya di rumah, SPKLU, dan stasiun pengisian milik swasta membuat biaya harian makin bergantung pada kebiasaan pengguna.
