Itchan Kala Tetap Utuh Di Tengah Gurun Uzbekistan, Saksi Hidup Sejarah Khiva

Khiva menonjol karena kawasan tua Itchan Kala masih berdiri sebagai satu kesatuan, lengkap dengan tembok bata setinggi 10 meter yang mengelilinginya. Di dalam benteng itu ada 51 bangunan bersejarah dan sekitar 250 rumah penduduk, sehingga kota ini tidak hanya tampil sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga tetap menjadi ruang hidup.

Keutuhan seperti ini jarang ditemukan pada kota tua lain di Asia Tengah. Itulah sebabnya Khiva kerap dipandang sebagai contoh bagaimana warisan budaya bisa bertahan tanpa kehilangan fungsi aslinya.

Warisan yang masih bernapas

Itchan Kala menjadi inti sejarah Khiva karena tata ruang kunonya masih mudah dikenali. Masjid, istana, dan madrasah yang bertahan di dalam kawasan itu membuat suasana kota terasa seperti menyimpan lapisan waktu yang belum hilang.

Kehadiran warga yang masih tinggal di sana juga memberi perbedaan penting. Khiva tidak hanya dipelihara sebagai objek wisata, tetapi tetap berjalan sebagai lingkungan hunian yang berfungsi.

Pengakuan dunia atas keasliannya

Khiva tercatat sebagai kota pertama di Asia Tengah yang mendapat pengakuan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Status itu diberikan pada kawasan Itchan Kala karena keasliannya dinilai masih sangat terjaga.

Pengakuan UNESCO pada 1990 menegaskan bahwa nilai Khiva tidak berhenti pada bentuk bangunannya semata. Kota ini dianggap penting karena masih menunjukkan hubungan yang erat antara warisan sejarah dan kehidupan yang terus berlangsung.

Jejak perdagangan kuno yang panjang

Jauh sebelum dikenal lewat benteng dan bangunan tuanya, Khiva sudah memiliki peran penting di jalur perdagangan yang menghubungkan Tiongkok dan Eropa. Selama lebih dari 1.500 tahun, kota ini menjadi tempat singgah para pedagang yang melintasi Gurun Kyzylkum.

Letaknya sebagai oase membuat Khiva sangat berarti bagi perjalanan jauh. Para pedagang membawa sutra, rempah-rempah, dan barang bernilai lainnya, sementara kota ini juga menjadi ruang pertemuan gagasan, ilmu pengetahuan, dan tradisi dari banyak kelompok yang melintas atau menetap.

Lingkungan gurun yang ikut menjaga bentuk kota

Khiva berada di barat Uzbekistan, di antara dua gurun besar, Karakum dan Kyzylkum. Wilayah ini mengalami musim panas yang sangat panas dan musim dingin yang membeku.

Kondisi alam yang keras justru ikut membantu mempertahankan bentuk asli kota. Letaknya yang terpencil membuat pengaruh luar tidak banyak mengubah susunan kawasan bersejarah itu selama berabad-abad.

Kalta-Minor, penanda yang mudah dikenali

Di antara berbagai bangunan bersejarah di Khiva, Kalta-Minor menjadi salah satu yang paling khas. Menara ini tampak lebar dan seolah terpotong, tetapi justru bentuk itulah yang membuatnya mudah dikenali.

Awalnya, bangunan ini dirancang sebagai salah satu menara tertinggi di dunia Islam dengan rencana tinggi sekitar 70 hingga 110 meter. Pembangunannya terhenti pada 1855 setelah Khan Muhammad Amin meninggal dalam pertempuran, sehingga Kalta-Minor hanya mencapai sekitar 29 meter.

Meski tidak selesai, menara itu tetap mencuri perhatian. Ubin biru toska dan hijaunya membuat Kalta-Minor menjadi ikon visual Khiva yang sangat kuat.

Rasa khas dari kota oase

Identitas Khiva juga terasa lewat kulinernya, terutama shivit oshi. Hidangan ini berupa mie buatan tangan berwarna hijau cerah yang dibuat dari dill atau adas sowa yang dicampurkan ke dalam adonan.

Shivit oshi biasanya disajikan dengan daging sapi, sayuran, dan saus yogurt. Perpaduan itu memperlihatkan karakter kuliner Khiva yang lahir dari lingkungan oase di tengah wilayah gurun, sekaligus melengkapi citra kota yang masih mempertahankan tradisi di tengah bangunan bersejarahnya.

Khiva memperlihatkan bagaimana sebuah kota tua dapat tetap utuh tanpa menjadi beku oleh waktu. Dari Itchan Kala, pengakuan UNESCO, sejarah di Jalur Sutra, Kalta-Minor, hingga shivit oshi, kota ini masih menampilkan kehidupan yang terasa nyata di tengah lanskap gurun Uzbekistan.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer