Di kelas entry-level, itel A200 dan itel City 200 sama-sama tampil sebagai ponsel yang tidak hanya mengandalkan harga terjangkau, tetapi juga ketahanan fisik yang jarang ditemukan. Keduanya membawa sertifikasi IP65 dan MIL-STD-810H, sehingga menarik bagi pengguna yang butuh perangkat harian dengan perlindungan ekstra.
Perbedaan paling terasa justru muncul pada prioritas penggunaan. itel City 200 lebih menonjol untuk layar, kamera, dan konektivitas, sedangkan itel A200 memberi nilai tambah pada perekaman video, kontrol layar saat kondisi sulit, dan daya tahan jatuh yang lebih tinggi.
| Fitur | itel City 200 | itel A200 |
|---|---|---|
| Layar | 6,78 inci, refresh rate 120 Hz | Tidak disebut memakai panel 120 Hz |
| Chipset | UNISOC T7250 | UNISOC T7250 |
| Baterai | 5.200 mAh, pengisian 18W | 5.000 mAh, pengisian 15W |
| Kamera utama | 50 MP | 13 MP |
| Perekaman video | Tidak disebut | Hingga 2K 30fps |
| Ketahanan jatuh | Hingga 1,5 meter sebanyak 1.000 kali | Hingga 1,8 meter |
| Fitur tambahan | NFC, IR Blaster, UltraLink Free Call | Wet and Oily Touch Control, UltraLink |
Keunggulan City 200 paling cepat terlihat dari layar 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz. Kombinasi ini membuat navigasi, scrolling media sosial, dan konsumsi konten terasa lebih mulus untuk pemakaian sehari-hari.
Pada sisi daya, City 200 juga sedikit lebih unggul karena membawa baterai Li-Po 5.200 mAh dan pengisian cepat 18W. Sebaliknya, itel A200 hadir dengan baterai 5.000 mAh dan pengisian 15W, yang tetap aman untuk pemakaian seharian tetapi tidak seagresif City 200.
Di sektor kamera, City 200 membawa lompatan paling jelas dengan kamera belakang 50 MP dan kamera depan 8 MP. Perangkat ini juga menawarkan AI Auto Zoom Selfies, sehingga lebih menonjol untuk kebutuhan foto dibandingkan A200 yang masih mengandalkan kamera utama 13 MP.
Namun, A200 punya nilai unik pada kemampuan video karena dapat merekam hingga resolusi 2K pada 30fps. Itel juga membekali A200 dengan AI Fusion Camera System untuk membantu mengoptimalkan hasil foto di berbagai kondisi cahaya.
Ketahanan dan fitur tambahan
Kedua ponsel sama-sama mengusung IP65 dan MIL-STD-810H, sehingga keduanya tidak sekadar mengandalkan spesifikasi dasar. City 200 diklaim tetap berfungsi normal setelah terjatuh dari ketinggian 1,5 meter hingga 1.000 kali, sementara A200 diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,8 meter.
Perbedaan lain ada pada fitur praktis yang dibawa masing-masing model. City 200 tampil lebih lengkap dengan NFC untuk cek saldo e-money, IR Blaster sebagai remote universal, serta UltraLink Free Call untuk panggilan suara tanpa sinyal seluler hingga jarak 2 kilometer ke sesama pengguna itel.
A200 juga membawa UltraLink dengan fungsi panggilan bebas sinyal hingga jarak 2 kilometer. Tambahan yang paling relevan untuk aktivitas luar ruang ada pada Wet and Oily Touch Control, yang membuat layar tetap responsif saat tangan basah atau berminyak.
Desain yang ikut membedakan arah pilihan
itel City 200 hadir dengan bodi unibody Metallic Deco setebal 7,45 mm. Desain ini membuatnya tetap terasa ramping meski membawa baterai besar, ketahanan tambahan, dan fitur konektivitas yang lebih lengkap.
Dengan karakter seperti itu, City 200 tampak lebih cocok bagi pengguna yang ingin paket lengkap untuk pemakaian harian. A200 justru lebih menarik bagi pengguna yang menempatkan daya tahan fisik, kontrol layar dalam kondisi sulit, dan perekaman video 2K sebagai prioritas utama.
Pada akhirnya, pilihan antara keduanya bergantung pada apa yang paling sering dipakai setiap hari. Jika layar mulus, NFC, dan kamera 50 MP lebih penting, City 200 lebih menonjol, sedangkan A200 terasa lebih pas untuk kebutuhan yang menekankan ketangguhan dan fungsi praktis di lapangan.
