Jaecoo J5 EV Tembus 10.587 Unit, Jarak 461 Km Dan Harga Di Bawah Rp300 Juta Menggoda Pasar

Jaecoo J5 EV mencuri perhatian pasar kendaraan listrik nasional karena menawarkan jarak tempuh yang panjang dengan harga yang sempat diposisikan di bawah Rp300 juta. Kombinasi itu membuat SUV listrik murni ini langsung naik daun dan menjadi mobil EV terlaris di Indonesia dalam empat bulan pertama tahun ini.

Performa penjualannya juga terbilang kuat. Sepanjang Januari hingga April 2026, J5 EV mencatat retail sales 10.587 unit dan wholesales 11.006 unit, angka yang menunjukkan minat pasar datang cepat sejak model ini hadir.

Jarak tempuh jadi alasan utama

Bagi banyak konsumen, daya jelajah menjadi pertimbangan pertama saat melirik J5 EV. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama, menyebut perhatian pembeli langsung tertuju pada kemampuan baterai mobil ini.

J5 EV diklaim mampu menempuh hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Dengan angka itu, mobil ini dipandang cukup untuk kebutuhan harian dan tetap memberi ruang aman untuk perjalanan antarkota.

Ilham juga mencontohkan rute Jakarta ke Semarang yang disebut dapat ditempuh tanpa perlu mengisi ulang baterai. Gambaran tersebut memperkuat posisi J5 EV sebagai EV yang tidak hanya relevan untuk pemakaian dalam kota.

Harga agresif ikut mengangkat minat

Selain jarak tempuh, harga menjadi daya tarik lain yang sulit diabaikan. Saat pertama kali diperkenalkan, Jaecoo J5 EV dipasarkan di bawah Rp300 juta, sehingga langsung terlihat agresif di segmen SUV listrik.

Saat ini, harga J5 EV berada di Rp309 juta. Menurut Ilham, angka tersebut masih dianggap menarik karena konsumen melihat paket yang ditawarkan sepadan dengan kelas kendaraan ini.

Daya tarik harga itu juga berjalan bersama sejumlah fitur modern yang dibawa model ini. J5 EV dibekali ADAS atau Advanced Driver Assistance System dan panoramic roof yang menambah kenyamanan kabin.

Efisiensi harian ikut jadi bahan pertimbangan

Di tengah biaya hidup yang terus naik, efisiensi operasional ikut memainkan peran penting dalam keputusan membeli mobil listrik. Dengan asumsi biaya listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV diperkirakan hanya sekitar Rp290 ribu per bulan atau sekitar Rp9.600 per hari.

Bagi sebagian besar pembeli, angka tersebut membuat J5 EV terlihat kompetitif untuk penggunaan harian. Efisiensi seperti ini menjadi nilai tambah yang mendorong minat terhadap kendaraan listrik.

Tetap membawa karakter SUV

Keunggulan J5 EV tidak hanya bergantung pada elektrifikasi. Mobil ini tetap mempertahankan karakter SUV yang dinilai cocok untuk kondisi jalan di Indonesia, termasuk kontur jalan yang beragam.

Ground clearance setinggi 200 mm menjadi salah satu modal utamanya. Ilham menilai tinggi bodi tersebut cukup mumpuni untuk melintas di jalan perkotaan hingga jalur berbatu ringan.

Di tengah semakin padatnya pilihan EV, banyak pembeli masih mencari mobil listrik yang tetap punya tampilan dan rasa berkendara khas SUV. Posisi itu membuat J5 EV punya pembeda yang jelas di pasar.

Pasar menyebar ke luar kota besar

Jabodetabek masih menjadi penyumbang penjualan terbesar untuk J5 EV, dengan porsi sekitar 50 persen. Namun, penjualan mobil ini tidak hanya bertumpu pada wilayah itu.

Pembeli J5 EV juga datang dari Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, hingga wilayah Kalimantan seperti Pontianak dan Banjarbaru. Sebaran tersebut menunjukkan adopsi kendaraan listrik mulai meluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Source: www.liputan6.com

Berita Terkait