Jaecoo Indonesia menargetkan pembeli J5 EV bisa menerima unit dalam waktu sekitar dua sampai empat pekan setelah pemesanan. Kepastian ini menjadi jawaban atas kekhawatiran soal antrean panjang di tengah tingginya minat pasar terhadap SUV listrik tersebut.
Langkah tersebut penting karena J5 EV datang dengan harga yang langsung menarik perhatian banyak calon konsumen. Varian tertingginya dipasarkan Rp 299 juta, angka yang dinilai kompetitif dan ikut mendorong lonjakan pemesanan sejak model ini diperkenalkan di Indonesia.
Permintaan tinggi, distribusi ikut jadi sorotan
Minat besar terhadap J5 EV membuat waktu tunggu menjadi salah satu isu utama. Banyak calon pembeli ingin memastikan kapan unit benar-benar bisa diterima, terutama ketika permintaan terus meningkat dalam waktu singkat.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menegaskan perusahaan tidak ingin konsumen menunggu terlalu lama untuk mendapatkan mobilnya. Ia menyebut unit J5 EV diharapkan bisa sampai ke tangan pembeli dalam dua sampai tiga pekan, atau sekitar tiga sampai empat pekan setelah pemesanan.
Penjualan awal ikut menguatkan posisi J5 EV
Sorotan terhadap J5 EV tidak hanya datang dari harga dan respons pasar, tetapi juga dari capaian penjualan awalnya. Mobil listrik ini disebut menjadi model listrik paling laris pada Maret 2026 dengan penjualan retail mencapai 2.959 unit.
Capaian itu menempatkan J5 EV di atas beberapa model listrik lain yang lebih dulu populer di pasar, termasuk lini kendaraan listrik BYD seperti Atto 1, Sealion 7, dan M6. Angka tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik J5 EV tidak berhenti di tahap minat saja, tetapi sudah berlanjut ke penjualan riil.
Bagi Jaecoo, kondisi ini membawa dua sisi sekaligus. Produk mendapat sambutan positif, tetapi suplai harus tetap dijaga agar kepercayaan konsumen tidak terganggu oleh waktu tunggu yang terlalu panjang.
Bekal spesifikasi yang mendukung minat pasar
Selain harga yang agresif, J5 EV juga dibekali spesifikasi yang cukup kuat di kelasnya. Mobil ini memakai motor listrik 155 kW atau setara 210 PS, lalu dipadukan dengan baterai berkapasitas 60,9 kWh.
Dengan kombinasi tersebut, Jaecoo mengklaim J5 EV mampu menempuh jarak hingga 461 km berdasarkan standar NEDC. Jarak tempuh ini menjadi salah satu nilai jual penting untuk pengguna yang membutuhkan mobil listrik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Pengisian dayanya juga didukung fast charging DC 130 kW. Fasilitas ini membantu memangkas waktu pengisian ketika pengguna membutuhkan daya tambahan dengan lebih cepat.
Fitur keselamatan dan kabin dibuat lengkap
Di sisi keamanan, J5 EV dibangun dengan struktur baja berkekuatan tinggi, enam airbags, dan kamera 540 derajat. Paket ini menunjukkan bahwa Jaecoo tidak hanya menonjolkan efisiensi, tetapi juga perlindungan bagi pengemudi dan penumpang.
Mobil ini juga dibekali 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS. Kehadiran fitur bantuan berkendara tersebut menambah nilai praktis, terutama bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan teknologi modern.
Masuk ke kabin, J5 EV membawa layar sentuh 13,2 inci dan konektivitas pintar. Bagasi berkapasitas 1.180 liter juga menjadi keunggulan yang membuatnya relevan untuk kebutuhan keluarga maupun penggunaan harian dengan barang bawaan besar.
Menjaga momentum di pasar mobil listrik
Dengan kombinasi harga yang kompetitif, spesifikasi yang kuat, dan fitur yang lengkap, J5 EV menjadi salah satu model yang paling banyak dibicarakan di pasar mobil listrik Indonesia. Tantangan berikutnya ada pada distribusi, karena minat besar perlu diimbangi dengan pengiriman yang cepat dan pasti.
Jaminan inden tiga sampai empat pekan memperlihatkan upaya Jaecoo menjaga momentum penjualan tanpa membiarkan antrean berubah menjadi keluhan. Dalam pasar mobil listrik yang sangat sensitif terhadap kecepatan pengiriman, kepastian seperti ini menjadi bagian penting dari pengalaman konsumen.







