Pemerintah Kota Bogor terus mempercepat pengerjaan jalan pengganti di kawasan Batutulis setelah Jalan Saleh Danasasmita ditutup permanen untuk kendaraan. Jalur baru sepanjang 300 meter itu ditargetkan rampung lebih cepat agar bisa segera dipakai warga, meski cuaca masih menjadi hambatan di lapangan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut kondisi pekerjaan saat ini masih didominasi pengerukan tanah. Hingga kini, progres proyek tersebut baru mencapai 22 persen, tetapi pemerintah daerah menilai perkembangan itu masih berada dalam kondisi surplus positif.
Target Dipercepat dari November ke Oktober
Di dalam rencana anggaran biaya, penyelesaian proyek sebenarnya tercantum pada November. Namun, Pemkot Bogor mendorong agar pekerjaan selesai pada Oktober supaya jalur baru itu lebih cepat dioperasikan.
“Faktor cuaca memang sangat memengaruhi pekerjaan mereka. Sebagai langkah percepatan, dalam tiga hari ini alat berat dan truk pengangkut tanah telah ditambah,” kata Jenal, dikutip dari keterangan resmi pada Senin (13/7/2026).
Penambahan alat berat dan armada angkut dilakukan untuk mengejar percepatan di tengah cuaca yang kerap mengganggu ritme pekerjaan. Dalam tiga hari terakhir, jumlah alat di lokasi memang sudah ditambah guna mempercepat pengangkutan material tanah.
Jalan Lama Akan Diubah Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami longsor tiga kali tidak akan dibuka lagi untuk lalu lintas. Pemerintah berencana mengalihfungsikan ruas lama itu menjadi ruang terbuka hijau sekaligus area resapan air.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari penanganan kawasan Batutulis setelah jalur lama dinilai tidak lagi layak untuk kendaraan. Dengan perubahan fungsi itu, area bekas jalan diharapkan memberi manfaat lingkungan yang lebih besar bagi kawasan sekitar.
Kebersihan Area Jadi Perhatian Selama Proyek Berlangsung
Selain mengejar target penyelesaian, pemerintah juga menyoroti sisa tanah proyek yang sempat dikeluhkan warga karena berserakan di badan jalan. Pemkot meminta para pekerja tetap menjaga kebersihan area selama proses pembangunan berlangsung.
Sesuai prosedur operasional standar, pembersihan dilakukan setiap sore oleh petugas yang ditunjuk kontraktor dan diawasi camat serta lurah. Langkah ini dipilih agar pembersihan tidak menambah kemacetan pada siang hari dan tidak memicu genangan air yang bisa mengganggu arus lalu lintas.
Setiap sore, area proyek juga disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Prosedur itu terus dijalankan agar pekerjaan jalan baru tetap berlanjut, sementara dampaknya terhadap aktivitas warga dan arus lalu lintas bisa ditekan.
Source: otomotif.kompas.com






