Jam tangan mewah yang dikaitkan dengan Giorgio Antonio memicu perbincangan luas setelah warganet menuding arloji itu bukan barang asli. Sorotan mengarah pada model Audemars Piguet Royal Oak Double Balance Wheel Openwork yang nilainya disebut bisa mencapai miliaran rupiah.
Meski ramai dibahas, status jam tangan tersebut belum dapat dipastikan. Hingga kini, tudingan yang beredar masih berada pada level spekulasi karena belum ada bukti resmi yang menunjukkan apakah arloji itu asli atau palsu.
Dugaan bermula dari unggahan akun pengulas jam tangan
Perdebatan ini mencuat setelah akun Instagram @sedlexdurolex mengunggah foto Giorgio dan mengaitkannya dengan model Audemars Piguet yang disebut serupa. Akun asal Prancis itu memang dikenal kerap menyoroti dugaan jam tangan palsu milik figur publik.
Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyisipkan sindiran yang memancing respons pengguna media sosial. Sebagian warganet ikut mempertanyakan keaslian jam tangan itu, sementara yang lain menyoroti harga model aslinya yang sangat tinggi.
Model yang disorot punya spesifikasi kelas atas
Model yang menjadi pusat perhatian adalah Audemars Piguet Royal Oak Double Balance Wheel Openwork 41 mm 15407ST.00.1220ST.02. Jam tangan ini dikenal sebagai salah satu varian ikonik dalam lini Royal Oak.
Desain skeleton atau openwork menjadi ciri utamanya karena bagian mesin terlihat dari luar. Case berbahan stainless steel berdiameter 41 milimeter dan bracelet dari material serupa memberi tampilan kokoh sekaligus mewah.
Jam tangan ini juga memiliki ketahanan air hingga 50 meter untuk penggunaan harian. Pada bagian dial, Audemars Piguet memakai inner bezel berwarna pink gold dan penanda jam dari white gold.
Jarum khas Royal Oak dilapisi material luminescent agar tetap mudah dibaca dalam cahaya minim. Sistem penguncinya memakai AP folding clasp yang dirancang untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat dipakai.
Mesin Calibre 3132 dan teknologi Double Balance Wheel
Di bagian mesin, model ini menggunakan Calibre 3132, yaitu mesin otomatis buatan Audemars Piguet. Mesin tersebut memiliki fungsi penunjuk jam, menit, dan detik tengah, dengan cadangan daya hingga 45 jam.
Calibre 3132 memiliki diameter 26,6 milimeter, ketebalan 4,4 milimeter, terdiri dari 245 komponen, dan memakai 38 jewels. Mesin ini bekerja pada frekuensi 21.600 getaran per jam atau 3 Hz.
Salah satu daya tarik utamanya adalah teknologi Double Balance Wheel yang dikembangkan untuk meningkatkan stabilitas dan akurasi mesin. Fitur itu membuat model ini masuk kategori jam tangan mewah dengan pengerjaan yang sangat kompleks.
Nilai tinggi jam ini juga ditopang oleh detail finishing yang teliti serta reputasi Audemars Piguet sebagai produsen jam tangan prestisius. Untuk perlindungan produk, perusahaan memberi garansi internasional dua tahun atas cacat produksi, dan bisa mencapai lima tahun untuk pembelian melalui jaringan resmi sejak 1 Januari 2017 sesuai syarat yang berlaku.
Sorotan publik belum menjawab status asli atau palsu
Reaksi publik ikut meluas karena Giorgio belakangan kerap terlihat bersama Sarwendah dalam berbagai konten media sosial dan siaran langsung penjualan produk. Kondisi itu membuat nama Giorgio semakin sering masuk dalam pembahasan warganet.
Namun, tudingan soal jam tangan palsu belum mendapat pembuktian resmi. Sampai saat ini, status arloji yang dikenakan Giorgio Antonio masih menjadi bahan dugaan publik dan belum bisa dipastikan keasliannya.
Source: www.suara.com






