Harga Honda EM1 e: tipe standar untuk 2026 sudah menyentuh Rp 40.000.000 OTR Jakarta. Di kelas skuter listrik kompak, banderol ini langsung menempatkannya sebagai opsi yang perlu dilihat dari sisi fungsi harian, bukan sekadar tampilan.
Bagi komuter kota, daya tarik utamanya ada pada paket yang ringkas dan praktis. EM1 e: memang dirancang untuk mobilitas perkotaan, dengan karakter yang mengutamakan kelincahan, suara yang senyap, dan emisi gas buang nol saat dipakai di jalan.
Ukuran kecil, mudah dipakai di lalu lintas padat
Secara visual, EM1 e: tampil dengan desain yang bersih, minimalis, dan futuristik. Bentuk bodinya dibuat modern, tetapi tetap mengutamakan kegunaan saat dipakai menembus kemacetan harian.
Dimensinya tercatat 1.795 mm x 680 mm x 1.080 mm, sehingga ukuran motor ini terasa kompak untuk penggunaan di kota. Tinggi jok 740 mm dan dek kaki yang rata serta luas juga membantu posisi berkendara terasa lebih mudah dan ergonomis.
Bobotnya 94 kg, sehingga motor ini relatif ringan untuk manuver harian. Lampu depan, sein, dan lampu belakang sudah memakai LED, yang membuat tampilannya terasa modern sekaligus hemat daya.
Mesin listriknya fokus untuk rute pendek
Di bagian penggerak, EM1 e: memakai in-wheel brushless motor di roda belakang. Motor ini menghasilkan daya maksimum 1,7 kW pada 540 rpm.
Karakter listriknya memberi torsi instan 90 Nm pada 25 rpm, sehingga tarikan dari posisi diam terasa responsif. Sifat ini cocok untuk kondisi stop and go yang sering ditemui di perkotaan.
Kecepatan maksimumnya 45 km/jam. Jarak tempuh maksimalnya tercatat 41,1 km berdasarkan pengujian internal dengan metode WMTC, sehingga motor ini lebih pas untuk perjalanan rumah-kantor, area perumahan, dan mobilitas jarak pendek.
Baterai lepas-pasang jadi pembeda penting
EM1 e: memakai satu unit baterai lithium-ion Honda Mobile Power Pack e:. Kapasitasnya 26,1 Ah dengan voltase 50,26 V, dan baterai ini sudah mengantongi sertifikasi IP65 untuk ketahanan terhadap debu serta siraman air.
Sifat baterainya detachable, jadi baterai bisa dilepas dari motor. Skema ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang tidak selalu memiliki akses pengisian langsung di lokasi parkir.
Pengisian off-board bisa dilakukan di rumah atau kantor menggunakan Honda Power Pack Charger e:. Dari 0 sampai 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar 6 jam, sedangkan dari 25 sampai 75 persen sekitar 2,7 jam.
Honda juga menyiapkan skema battery swap. Pengendara bisa menukar baterai kosong dengan baterai penuh di stasiun penukaran resmi Honda atau BEEP dalam waktu singkat.
Fitur harian tetap dibuat fungsional
Panel instrumen EM1 e: memakai digital panel meter LCD penuh. Informasi yang ditampilkan mencakup kecepatan, jam, trip meter, mode berkendara Standard dan ECON, serta persentase baterai.
Untuk kebutuhan perangkat digital, tersedia USB power charger tipe A 5V 2,1A di rak depan. Fitur ini memudahkan pengisian daya ponsel selama perjalanan tanpa perlu adaptor tambahan.
Sistem pengeremannya mengombinasikan rem cakram hidrolik di depan dan rem tromol di belakang. Honda juga menyematkan Combi Brake System atau CBS untuk membantu distribusi pengereman yang lebih stabil.
Masuk keluarga EM1 e: Honda
Rangkanya menggunakan model underbone, dengan suspensi teleskopik di depan dan suspensi belakang ganda. Ban tubeless yang dipakai berukuran 90/90-12 di depan dan 100/90-10 di belakang.
Di lini motor listrik roda dua Honda di Indonesia, EM1 e: hadir bersama varian EM1 e: PLUS. Perbedaan utama ada pada rear carrier bawaan pabrik di varian PLUS, yang memudahkan pemasangan top box atau membawa barang tambahan.
Tipe standar mempertahankan format yang lebih sederhana, tetapi tetap mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Dengan kombinasi desain kompak, torsi instan, sistem baterai lepas-pasang, dan fitur dasar yang fungsional, EM1 e: masih punya daya tarik untuk komuter harian di area perkotaan meski harganya sudah menyentuh Rp 40 juta.
