Jawa Barat dinilai tidak akan menjadi provinsi istimewa tanpa penguatan peran warga di tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pesan itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi ke-599 Cirebon.
Menurut Herman, target besar pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari atas. Ia menekankan bahwa perubahan harus dibangun lewat kerja bersama, mulai dari lingkungan RT dan RW yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
RT dan RW disebut sebagai motor perubahan
Herman menilai RT dan RW memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan persoalan harian warga. Dari lingkungan inilah, kata dia, perubahan sosial dan tata kelola masyarakat dapat digerakkan secara lebih nyata.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat disandarkan pada satu figur saja. Pemerintah daerah memerlukan kerja kolektif agar arah pembangunan berjalan merata dan hasilnya dirasakan luas oleh masyarakat.
“Tidak ada superman, yang ada superteam. Targetnya, pada 2029 Jawa Barat harus menjadi provinsi termaju, dan itu dimulai dari RT,” tegas Herman.
Contoh perubahan datang dari ruang kecil
Untuk menggambarkan besarnya peran lingkungan, Herman mencontohkan seorang ketua RT asal Cirebon yang kini bertugas di Jakarta. Sosok itu disebut berhasil menghadirkan berbagai inovasi di lingkungan tempatnya bertugas, terutama dalam pengelolaan sampah.
Contoh tersebut, menurut Pemprov Jawa Barat, menunjukkan bahwa perubahan konkret dapat lahir dari ruang yang kecil. Pola serupa diharapkan bisa tumbuh di RT dan RW lain, termasuk di Kota Cirebon.
Visi Jawa Barat Istimewa dan tantangan jumlah penduduk
Herman menjelaskan bahwa Jawa Barat kini menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dengan sekitar 51 juta jiwa. Jumlah yang besar itu, kata dia, harus diimbangi dengan kualitas pembangunan yang terus membaik agar Jawa Barat bisa tampil sebagai provinsi terbaik dan termaju di Indonesia.
Karena itu, Pemprov Jawa Barat mengusung visi Jawa Barat Istimewa. Visi tersebut, menurut Herman, hanya bisa terwujud jika seluruh tingkatan pemerintahan dan masyarakat bergerak serempak dari bawah ke atas.
“Tidak akan ada Jawa Barat istimewa tanpa kabupaten dan kota yang istimewa. Tidak akan ada kabupaten dan kota istimewa tanpa desa dan kelurahan istimewa. Dan tidak akan ada desa serta kelurahan istimewa tanpa RT dan RW yang istimewa,” katanya.
Cirebon dan pentingnya menjaga ingatan sejarah
Di tengah penekanan pada pembangunan berbasis warga, Herman juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah Kota Cirebon. Ia menyebut perjalanan panjang Cirebon yang tercatat dalam berbagai literatur perlu menjadi sumber inspirasi untuk menata masa depan.
Baginya, pembangunan dan ingatan sejarah tidak seharusnya dipisahkan. “Belajar dari masa lalu, untuk memahami hari ini dan menjemput masa depan,” pungkas Herman.
Source: aboutcirebon.id






