BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong pemerintah daerah membentuk Kelompok Kerja atau Pokja sebagai dasar memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman. Langkah ini tidak hanya menyasar urusan administrasi, tetapi juga memastikan ada mekanisme kerja yang jelas saat kebijakan dijalankan di lingkungan pendidikan.
Pendampingan yang dilakukan di Jawa Barat menegaskan bahwa suasana belajar yang sehat tidak bisa bertumpu pada imbauan umum semata. Dibutuhkan tata kelola yang rapi, koordinasi antarlembaga yang berjalan bersama, dan tindak lanjut yang bisa langsung diterapkan di daerah masing-masing.
Koordinasi lintas unsur daerah jadi titik awal
Dalam pendampingan tersebut, perwakilan pemerintah daerah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat ikut terlibat. Unsur yang hadir mencakup dinas pendidikan dan perangkat daerah terkait, sehingga pembahasan tidak berhenti pada satu sektor saja.
Keterlibatan lintas unsur ini dinilai penting karena kebijakan sekolah aman dan nyaman akan lebih mudah dijalankan bila disusun secara terintegrasi. Pemerintah daerah perlu bergerak serempak agar pelaksanaannya tidak terpecah dan tetap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Penguatan konsep dan rencana kerja daerah
Peserta pendampingan menerima penguatan materi mengenai konsep budaya sekolah aman dan nyaman. Pembahasan diarahkan agar daerah tidak hanya memahami dasar pemikiran kebijakannya, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke langkah praktis yang bisa digunakan langsung.
Fokus berikutnya ada pada penyusunan tindak lanjut di masing-masing wilayah. Poin ini penting agar pembentukan Pokja tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berkembang menjadi kerja nyata yang bisa dipantau dan dijalankan.
SK Pokja diposisikan sebagai dasar pelaksanaan
BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong setiap pemerintah daerah menyiapkan Surat Keputusan pembentukan Pokja sebagai pijakan administratif. Dokumen ini dipandang perlu karena menjadi dasar sebelum program dijalankan lebih jauh.
Penyusunan SK juga diharapkan terhubung dengan sistem yang sudah tersedia. Dengan cara itu, proses pelaksanaan bisa lebih tertib, alurnya lebih jelas, dan pelaksanaannya lebih mudah dipantau oleh daerah yang terlibat.
Agar kebijakan benar-benar sampai ke sekolah
Pendampingan ini tidak berhenti pada pembahasan struktur kerja atau dokumen pendukung. Target akhirnya adalah memastikan kebijakan tentang budaya sekolah aman dan nyaman benar-benar hadir di satuan pendidikan.
Tujuan itu penting karena lingkungan belajar yang kondusif berpengaruh langsung pada tumbuh kembang peserta didik. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan di Jawa Barat.
Mencegah Pokja menjadi formalitas
Salah satu perhatian utama dalam pendampingan adalah mencegah Pokja hanya menjadi formalitas administratif. Karena itu, kesiapan daerah dinilai sama pentingnya dengan pembentukan struktur kerjanya.
Dengan adanya Pokja, daerah diharapkan memiliki wadah yang lebih terarah untuk mengawal pelaksanaan budaya sekolah aman dan nyaman. Wadah ini juga berfungsi sebagai ruang koordinasi agar langkah penguatan di sekolah bisa berjalan lebih konsisten.
Perubahan budaya sekolah membutuhkan dukungan kebijakan, kesiapan administrasi, dan koordinasi teknis yang berjalan bersamaan. Jika tiga unsur itu saling menguatkan, sekolah memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik di setiap satuan pendidikan.
Source: www.bbpmpjabar.id






