Jeda Persalinan Kucing Bisa Sampai 36 Jam, Begini Tanda Masih Normal dan Kapan Harus Waspada

Begitu ketuban pecah, kelahiran anak kucing pertama idealnya menyusul dalam waktu 30 hingga 60 menit. Jika induk terus mengejan kuat lebih dari 30 hingga 45 menit tanpa ada anak yang keluar, kondisi ini sudah masuk distosia dan perlu segera ditangani dokter hewan.

Situasi seperti itu sering membuat pemilik panik karena persalinan kucing tidak selalu selesai cepat. Padahal, proses melahirkan memang berjalan bertahap, dan beberapa jeda masih tergolong normal selama induk tetap tenang dan kondisinya stabil.

Fase yang paling lama justru sering muncul di awal. Pada tahap persiapan, kucing bisa tampak gelisah, sering meong, berhenti makan, menjilati area genital, atau sibuk mencari tempat yang aman untuk melahirkan.

Tahap awal ini dapat berlangsung sekitar 24 hingga 36 jam. Di masa itu, tubuh induk sedang bersiap membentuk kontraksi yang lebih kuat, sehingga perubahan perilaku biasanya terlihat lebih dulu dibanding keluarnya anak kucing.

Saat masuk ke persalinan aktif, prosesnya berubah lebih cepat. Kontraksi rahim mulai mendorong anak kucing menuju jalan lahir, dan selaput ketuban biasanya pecah ketika fase ini berlangsung.

Setiap anak kucing umumnya lahir dalam 5 hingga 30 menit setelah kontraksi kuat dimulai. Secara keseluruhan, tahap persalinan aktif sering berlangsung 2 hingga 6 jam, meski durasinya tetap bisa berubah mengikuti kondisi induk dan jumlah anak yang masih harus lahir.

Di antara kelahiran satu anak dan anak berikutnya, jeda masih bisa terjadi. Umumnya jeda ini berkisar 10 menit sampai 1 jam, tetapi pada sebagian kucing bisa memanjang hingga 24 hingga 36 jam dan tetap dianggap normal.

Kondisi jeda panjang itu dikenal sebagai interrupted labor. Selama induk terlihat tenang, mau menyusui, tidak mengejan kesakitan, dan tidak mengeluarkan cairan berbau busuk, jeda tersebut belum tentu berbahaya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah keluarnya plasenta. Setelah setiap anak lahir, plasenta biasanya menyusul segera atau paling lambat 5 hingga 10 menit kemudian.

Dalam beberapa kasus, dua anak kucing bisa lahir berurutan sebelum dua plasenta menyusul keluar. Jumlah plasenta harus sama dengan jumlah anak yang lahir, karena plasenta yang tertinggal bisa memicu infeksi rahim yang fatal.

Menjelang persalinan, tanda-tandanya sering sudah muncul lebih dulu. Kucing bisa mondar-mandir mencari tempat aman, sering masuk ke kotak pasir tanpa buang air, kehilangan nafsu makan, atau menjilati bagian belakang secara berlebihan.

Cairan cokelat atau merah juga dapat muncul sebelum proses melahirkan dimulai. Jika darah terlihat banyak, pemilik perlu segera menghubungi dokter hewan agar kondisi induk tidak memburuk.

Setelah semua anak lahir, perawatan induk juga tidak boleh terburu-buru. Kucing sebaiknya tidak dimandikan seluruh tubuhnya setidaknya selama 3 hingga 4 minggu karena mandi terlalu cepat bisa menghilangkan aroma tubuh alami yang dikenali anaknya.

Kondisi itu bisa memicu stres dan membuat induk serta anak kucing lebih mudah kedinginan. Jika tubuh induk kotor oleh darah atau ketuban, cukup seka perlahan dengan kain bersih yang dibasahi air hangat.

Source: www.idntimes.com

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait