Wuhan akan menjadi titik penting bagi rencana baru Jeep di China. Pabrik di kota itu disiapkan bukan hanya untuk merakit model baru, tetapi juga untuk memasok kendaraan Jeep ke pasar ekspor global.
Arah tersebut muncul dari kerja sama Stellantis dan Dongfeng Group yang diperluas ke produksi kendaraan energi baru atau NEV. Lewat skema ini, Jeep kembali masuk jalur produksi di China dengan fokus yang berbeda dari sebelumnya, yakni kendaraan elektrifikasi dan model off-road.
Kesepakatan strategis Stellantis dan Dongfeng Group diteken pada 15 Mei. Salah satu isi utamanya adalah perluasan produksi NEV bermerek Peugeot dan Jeep di China mulai 2027.
Dalam skema yang beredar, joint venture Dongfeng Peugeot Citroën Automobile atau DPCA akan memproduksi empat model baru di pabrik Wuhan. Dua model akan memakai merek Peugeot, sedangkan dua lainnya adalah model NEV off-road bermerek Jeep.
Yang menarik, model Jeep itu tidak disiapkan hanya untuk pasar domestik China. Produk tersebut juga diarahkan sebagai barang ekspor global dari basis produksi di Wuhan.
Jeep kembali lewat jalur baru
Kembalinya Jeep ke jalur produksi lokal di China datang setelah aktivitas manufakturnya sebelumnya terhenti. Produksi lokal Jeep berhenti usai berakhirnya joint venture GAC-Stellantis pada 2022.
Kini, Jeep kembali melalui kolaborasi baru dengan Dongfeng Group. Perbedaannya cukup jelas, karena proyek ini langsung mengarah ke kendaraan energi baru dan model off-road.
Detail teknis model yang akan dibuat belum dibuka. Hingga saat ini belum ada informasi mengenai platform, pemasok baterai, maupun spesifikasi sistem penggeraknya.
Wuhan disiapkan untuk peran yang lebih luas
Pabrik Wuhan dipilih sebagai lokasi utama proyek baru tersebut. Pemilihan fasilitas itu menegaskan posisi DPCA sebagai basis penting untuk ekspansi NEV Stellantis di Tiongkok.
Di sisi Peugeot, arah pengembangan masa depan sempat ditunjukkan lewat mobil konsep. Pada ajang Beijing Auto Show 2026, DPCA memamerkan Peugeot Concept 6 dan Peugeot Concept 8.
Media lokal menyebut dua mobil konsep itu akan menjadi dasar bagi model produksi Peugeot masa depan yang dirakit di Wuhan. Meski tidak disebut langsung terkait Jeep, langkah itu memperlihatkan bahwa fasilitas tersebut sedang dipersiapkan untuk lini produk yang lebih luas.
Bagian dari perubahan industri yang lebih besar
Kerja sama Stellantis dan Dongfeng juga sejalan dengan arah baru industri otomotif global. Sejumlah pabrikan besar kini makin erat menggandeng produsen China untuk mempercepat pengembangan kendaraan energi baru dan menekan biaya riset serta produksi.
Peran teknologi kendaraan listrik asal China pun makin besar dalam proyek joint venture otomotif dunia. Banyak produsen global tidak lagi hanya menjual mobil di Tiongkok, tetapi juga memanfaatkan ekosistem teknologi dan manufakturnya.
Contoh lain datang dari Chery dan Jaguar Land Rover yang pada April memperkenalkan SUV Freelander 8. Model itu dibekali sistem bantuan berkendara Huawei ADS 5 serta teknologi pengisian cepat CATL 6C.
Stellantis sendiri sudah memperluas jejaring kemitraannya di China. Perusahaan itu mengakuisisi 21 persen saham produsen mobil listrik Leapmotor pada 2023.
Belum lama ini, Stellantis dan Leapmotor juga mengumumkan rencana untuk memperdalam kerja sama manufaktur di Eropa, selain aktivitas distribusi kendaraan. Langkah-langkah itu menunjukkan bahwa Stellantis sedang membangun hubungan yang lebih rapat dengan perusahaan otomotif China, baik untuk pengembangan produk maupun produksi lintas pasar.
Bagi Jeep, rencana baru ini membuka jalan kembali ke China dengan pendekatan yang berbeda. Jika berjalan sesuai rencana, Wuhan tidak hanya menjadi tempat lahirnya model baru Jeep, tetapi juga salah satu basis penting untuk ekspor Jeep listrik off-road ke pasar global.
Source: otodriver.com






