Varian Hybrid Jetour T1 Lebih Diburu, 800 SPK Terkumpul dalam Sebulan

Jetour mengantongi sekitar 800 surat pemesanan kendaraan untuk T1 hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak diluncurkan pada Juni 2026. Dari dua pilihan yang tersedia, T1 i-DM berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle menjadi varian yang paling banyak diburu konsumen.

Sales Director Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja menjelaskan, minat terhadap model hybrid itu cukup tinggi sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Di sisi lain, varian bermesin pembakaran internal atau ICE juga tetap mendapat respons positif karena dianggap lebih praktis untuk kebutuhan harian.

Harga Khusus Masih Menjadi Daya Tarik

Daya tarik awal T1 tidak hanya datang dari desain SUV petualang, tetapi juga dari skema harga khusus yang ditawarkan untuk pembeli awal. Dalam keterangan resmi yang dikutip cnnindonesia.com, kuota program harga khusus bagi 1.000 konsumen pertama kini semakin mendekati batas.

VarianMesin / TeknologiHarga KhususHarga Normal
T1ICERp388 jutaRp408 juta
T1 i-DMPHEVRp538 jutaRp558 juta

Harga khusus tersebut berlaku untuk 500 konsumen pertama di masing-masing varian. Dengan demikian, calon pembeli yang mengincar banderol lebih rendah perlu memperhatikan sisa kuota yang masih tersedia.

Dimensi Besar dan Desain Boxy

Secara ukuran, Jetour T1 hadir sebagai SUV besar dengan panjang 4,7 meter, lebar 1,9 meter, tinggi 1,8 meter, dan wheelbase 2,8 meter. Mobil ini juga memiliki ground clearance 190 mm serta memakai pelek dua warna berukuran 19 inci.

Dari tampilan luar, T1 mengusung karakter SUV petualang yang mirip T2, tetapi dengan kesan lebih kalem. Bentuk boxy, bodi tegak, lampu mengotak, profil jangkung, dan over fender tebal menjadi ciri visual yang paling menonjol.

Jetour juga merancang bumper depan dan belakang dengan material yang ramah bagi pejalan kaki untuk membantu meminimalkan benturan. Detail ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan tetap ikut dipertimbangkan dalam desain eksteriornya.

Mesin, Motor Listrik, dan Pengisian Baterai

Pada T1 i-DM, sistem penggerak menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mengejar performa sekaligus efisiensi. Mesin yang digunakan adalah Acteco 1.500 cc TGDI generasi kelima dengan tenaga 134 hp dan torsi 220 Nm.

Motor elektriknya menghasilkan 201 hp dan torsi 310 Nm. Keduanya didukung baterai Lithium Ferro Phosphate atau LFP yang dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 27 menit.

Respons awal yang tinggi terhadap T1 menunjukkan Jetour berhasil menarik dua kelompok sekaligus, yaitu konsumen yang mencari SUV ICE untuk penggunaan harian dan pembeli yang tertarik pada teknologi PHEV. Dengan kuota harga khusus yang mulai menipis, kelompok pembeli awal berpotensi menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait