Jetour T1 Bensin Dan PHEV Berbeda Rp150 Juta, Kabin Varian Hybrid Jauh Lebih Mewah

Author: Redaksi Android62

Selisih harga Rp150 juta antara Jetour T1 PHEV i-DM dan versi bensin ternyata tidak berhenti di label harga. Di balik banderol Rp538 juta untuk i-DM dan Rp388 juta untuk versi ICE setelah potongan Rp20 juta bagi 1.000 pembeli pertama, keduanya membawa isi yang berbeda jauh di kabin, sistem penggerak, dan sejumlah perlengkapan pendukung.

Jetour memang sengaja menjaga tampilan luar kedua varian ini tetap serupa. Keduanya sama-sama memakai Horizon Light Bar Grille bergaya futuristis, foglamp dengan fungsi cornering light, serta kaca berlapis ganda untuk baris pertama dan kedua yang diklaim mampu menolak sinar UV hingga 99%.

Secara ukuran pun tidak ada perbedaan. Panjangnya 4.705 mm, lebarnya 1.967 mm, tingginya 1.843 mm, dan wheelbase keduanya sama-sama 2.800 mm.

Di balik bodi yang seragam, karakter dasar mobil mulai berbeda. Keduanya tetap memakai sasis monokok dengan 80% baja berkekuatan tinggi, dan desainnya meraih Red Dot Design Award 2024, tetapi varian i-DM disesuaikan untuk menampung baterai hybrid.

Perbedaan di bagian bawah mobil

Salah satu pembeda paling jelas ada pada ground clearance. T1 ICE berada di angka 200 mm, sedangkan i-DM turun menjadi 190 mm karena kebutuhan ruang baterai.

Meski lebih rendah, i-DM justru punya sudut pergi lebih besar, yaitu 33 derajat. T1 ICE berada di 29 derajat, sementara sudut datang keduanya sama-sama 28 derajat.

Ukuran roda juga dibuat tidak sama. Varian bensin memakai pelek 18 inci dengan ban 235/65 R18, sedangkan i-DM menggunakan pelek 19 inci dengan ban 235/60 R19 serta teknologi Run Flat Tire.

Kabin i-DM dibuat lebih mewah

Masuk ke ruang dalam, keduanya tetap berbagi dasar perlengkapan yang cukup lengkap. Jok kulit sintetis premium, AC dengan filter PM2.5, wireless charging 50 watt, serta dua port USB dan Type-C tersedia di kedua varian.

Namun, i-DM terasa lebih premium lewat tambahan fitur yang jauh lebih banyak. Varian ini menggunakan head unit 15.6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155, audio 9 speaker dari Sony, ambient light 64 warna, panoramic skyroof 64 inci, crystal gear knob, 24 Hour Parking AC Mode, dan passenger power leg rest.

Pada varian ICE, layar yang dipakai berukuran 12.8 inci. Sistem audionya hanya 8 speaker dan ambient light yang disematkan juga lebih sederhana, yaitu satu warna Ice Blue.

Perbedaan lain terlihat di area kursi depan. i-DM mendapat pengaturan elektrik, memori kursi, serta ventilated seat untuk kedua jok depan. Pada T1 ICE, pengaturan elektrik hanya ada di sisi pengemudi dan fitur memori tidak dibawa.

Menariknya, paddle shift justru hadir di varian ICE dan tidak disebutkan pada i-DM. Ini membuat paket fitur di dua varian terasa punya penekanan yang berbeda meski nama modelnya sama.

Mesin sama-sama 1.500 cc turbo, tapi hasilnya tidak sama

Kedua varian memakai mesin bensin 1.500 cc turbo TGDI dan sama-sama membutuhkan bahan bakar minimal RON 92. Walau basisnya sama, output tenaga dan cara kerjanya berbeda cukup jauh.

Jetour T1 ICE menghasilkan tenaga 170 PS dan torsi 270 Nm dari mesin dengan rasio kompresi 11,6:1. Tenaga itu disalurkan lewat transmisi otomatis dual-clutch basah 7DCT.

Sementara itu, i-DM membawa Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi 12:1. Mesin bensinnya menghasilkan 136 PS dan 220 Nm, lalu dibantu motor listrik dengan output 204 PS dan torsi instan 310 Nm.

Paket hybrid tersebut dipasangkan dengan Dedicated Hybrid Transmission 1DHT. Baterainya memakai Lithium Ferro Phosphate 18,4 kWh, berstandar IP68, dan mendukung DC Fast Charging.

Untuk pengisian daya, dari 30% ke 80% disebut memerlukan sekitar 27 menit. Jika memakai AC Slow Charging dari 30% ke 100%, waktunya sekitar 180 menit.

Fitur keselamatan dibuat setara

Di sisi kenyamanan berkendara, keduanya sama-sama memakai suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-Link Independent. Sistem pengeremannya juga serupa, dengan cakram berventilasi di keempat roda.

Perlengkapan keselamatan aktif dan pasif dibuat sejajar. Keduanya sama-sama mendapatkan 6 airbags, TPMS, ISOFIX, ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, serta EPB.

Jetour juga memberikan ADAS Level 2 pada dua varian ini. Fiturnya mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Detection, Forward dan Rear Collision Warning, serta kamera 540 derajat JETOUR Surround Vision.

Perbedaan kecil hanya ada pada sensor parkir. T1 ICE dibekali rear parking radar, sedangkan i-DM mendapat sensor depan dan belakang.

Garansi dan pilihan warna

Untuk purnajual, Jetour memberi garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun dengan kilometer tak terbatas pada kedua varian. Khusus i-DM, baterainya mendapat perlindungan tambahan hingga 8 tahun atau 160.000 km.

Pilihan warna standar untuk keduanya mencakup Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, dan White. Jika memilih Tech Green, konsumen perlu menambah Rp10 juta, baik untuk versi bensin maupun i-DM.

Source: carvaganza.com
Berita Terbaru