Jetour T1 i-DM Lebih Mahal Rp150 Juta, Tapi Fitur Dan Tenaganya Beda Kelas

Author: Redaksi Android62

Selisih harga Jetour T1 Gasoline dan T1 i-DM langsung terlihat besar, tetapi jarak Rp150 juta itu juga diikuti perbedaan isi, tenaga, dan kesiapan untuk dipakai harian maupun perjalanan jauh. T1 i-DM dipasarkan Rp558 juta, sedangkan T1 Gasoline Rp408 juta, lalu keduanya sama-sama mendapat potongan Rp20 juta untuk 1.000 pemesan pertama.

Perbedaan banderol itu membuat dua varian dengan nama yang sama ini terasa seperti menawarkan dua karakter yang cukup berbeda. T1 Gasoline menyasar pembeli yang ingin SUV bergaya tangguh dengan harga lebih rendah, sementara i-DM membawa paket plug-in hybrid yang lebih kaya fitur dan lebih kuat di sisi performa.

Paket dasar sama, rasa pakai tidak persis sama

Secara dimensi, keduanya berbagi basis yang identik. Jetour memakai sasis monokok dengan 80% baja berkekuatan tinggi, panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, wheelbase 2.800 mm, dan approach angle 28 derajat.

Wajah luar keduanya juga mirip karena sama-sama membawa Horizon Light Bar Grille, foglight dengan fungsi cornering light, kaca ganda Double-Layer Acoustic Glass di baris pertama dan kedua, serta perlindungan sinar UV hingga 99%. Namun, detail bawah bodi dan roda mulai memperlihatkan perbedaan arah penggunaan masing-masing varian.

T1 Gasoline hadir dengan ground clearance 200 mm dan departure angle 29 derajat, lalu memakai velg 18 inci dengan ban 235/65 R18. T1 i-DM sedikit lebih rendah di ground clearance 190 mm karena ruang baterai, tetapi departure angle-nya lebih leluasa di 33 derajat dan menggunakan velg 19 inci dengan ban 235/60 R19 berteknologi Run Flat Tire.

Kabin sama-sama premium, i-DM lebih lengkap

Di bagian kabin, keduanya sudah dibekali sejumlah fitur yang tergolong mewah untuk kelasnya. Fitur yang sama mencakup jok kulit sintetis premium, AC dengan filter PM2.5, wireless charging 50 Watt, serta port USB dan Type-C di dasbor.

Perbedaan terbesar mulai terasa saat masuk ke varian i-DM. Model ini memakai head unit 15,6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155, audio 9 speaker premium Sony, ambient light dengan 64 pilihan warna, panoramic skyroof 64 inci, crystal gear knob, 24 Hour Parking AC Mode, serta jok depan ventilated, memory, dan passenger leg rest.

T1 Gasoline tetap membawa perlengkapan yang fungsional, tetapi susunannya lebih sederhana. Head unit-nya 12,8 inci, sistem audio menggunakan 8 speaker standar, ambient light hanya satu warna Ice Blue, skyroof tidak tersedia, dan pengaturan kursi depan hanya elektrik di sisi pengemudi.

Mesin sama-sama 1.500 cc, responsnya berbeda

Keduanya sama-sama menggunakan mesin bensin 1.500 cc turbo TGDI dan keduanya aman memakai bensin minimal RON 92. Meski basis mesin serupa, output dan karakter kerjanya dibuat berbeda untuk menjawab kebutuhan yang berbeda pula.

T1 Gasoline mengandalkan mesin konvensional dengan rasio kompresi 11,6:1. Tenaganya mencapai 170 PS dengan torsi 270 Nm, lalu disalurkan ke roda depan melalui transmisi 7-speed wet dual-clutch transmission.

T1 i-DM memakai Dedicated Hybrid Engine dengan rasio kompresi 12:1. Mesin bensinnya menghasilkan 136 PS dan 220 Nm, tetapi motor listriknya menambah 204 PS dan 310 Nm, sehingga respons akselerasinya dibuat lebih kuat di berbagai rentang kecepatan.

Sistem hybrid itu juga didukung Dedicated Hybrid Transmission atau 1DHT. Sumber dayanya berasal dari baterai LFP 18,4 kWh dengan sertifikasi IP68 yang diklaim aman dari air maupun debu.

Pengisian daya dan penggunaan harian jadi pembeda besar

Untuk varian i-DM, Jetour menyiapkan skema pengisian daya yang praktis. Pengisian DC fast charging dari 30% ke 80% selesai dalam 27 menit, sedangkan AC slow charging dari 30% ke 100% memerlukan sekitar 180 menit.

Bekal itu membuat i-DM lebih cocok bagi pengguna yang ingin sering memanfaatkan tenaga listrik, baik untuk rutinitas harian maupun perjalanan jauh. Di sisi lain, T1 Gasoline tetap menawarkan pilihan yang lebih sederhana bagi pembeli yang tidak membutuhkan sistem elektrifikasi.

Perlengkapan keselamatan nyaris setara

Pada bagian kaki-kaki, keduanya memakai konfigurasi yang sama. Suspensi depan menggunakan MacPherson, suspensi belakang Multi-Link Independent, dan pengereman mengandalkan ventilated disc brake di keempat roda.

Perangkat keselamatannya juga sejalan. Keduanya memiliki 6 airbags, TPMS, ISOFIX, ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, dan EPB, ditambah paket ADAS Level 2 dengan ACC, LKA, BSD, FCW/RCW, serta 540° JETOUR Surround Vision.

Bedanya, sensor parkir pada T1 Gasoline hanya di belakang. T1 i-DM sudah mendapat sensor depan dan belakang, sehingga membantu saat manuver di ruang sempit.

Garansi dan pilihan warna

Dari sisi purnajual, keduanya mendapatkan garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun tanpa batas kilometer. Khusus baterai i-DM, perlindungannya mencapai 8 tahun atau 160.000 km.

Pilihan warna standar untuk kedua varian mencakup Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, dan White. Tech Green juga tersedia dengan biaya tambahan Rp10 juta.

Source: www.zigwheels.co.id
Berita Terbaru