Jetour T1 i-DM Tawarkan Mode Listrik 100 Km, Kabin Senyap dan Tiga Komponen Hybrid Kunci

Author: Redaksi Android62

Salah satu daya tarik utama Jetour T1 i-DM terletak pada kemampuannya melaju hingga 100 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC. Klaim itu membuat SUV ini menonjol di tengah kebutuhan mobil harian yang ingin tetap hemat tanpa mengorbankan rasa nyaman saat dipakai di kota.

Kemampuan tersebut tidak berdiri sendiri. Jetour mengandalkan perpaduan tiga komponen inti, yaitu mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission atau DHT, serta baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.

Di bagian penggerak, Jetour memasang mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine generasi terbaru. Mesin 4 silinder 1.500 cc ini memang dirancang khusus untuk kendaraan hybrid, dengan output bensin 134,14 dk dan torsi 220 Nm.

Tenaga mesin itu dipadukan dengan motor listrik yang menyumbang 201,2 dk dan torsi 310 Nm. Kombinasi ini memberi dasar performa yang besar sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih efisien dalam pemakaian sehari-hari.

Peran berikutnya ada pada DHT yang mengatur kerja mesin dan motor listrik. Transmisi khusus hybrid ini membantu penyaluran tenaga tetap efisien dan membuat karakter berkendara bisa menyesuaikan berbagai kondisi jalan.

Di sisi penyimpanan daya, Jetour memakai baterai LFP 18,4 kWh. Baterai ini mendukung pengisian cepat DC dari 30 persen ke 80 persen dalam 27 menit, sehingga penggunaan harian bisa dibuat lebih praktis.

Jetour juga memberi perhatian pada ketahanan baterai tersebut. Unit ini sudah mengantongi sertifikasi IP68, yang berarti tahan terhadap air dan debu serta dirancang untuk pemakaian jangka panjang di beragam kondisi jalan dan cuaca.

Dari sisi efisiensi, Jetour menyebut mesin hybrid ini memiliki efisiensi thermal 44,5 persen. Angka itu menjadi salah satu nilai penting karena membuat T1 i-DM tidak hanya mengejar tenaga, tetapi juga konsumsi energi yang lebih hemat.

Karakter kabin juga dibuat mendukung penggunaan harian yang tenang. SUV ini memakai 79 titik peredam suara dan double-layer acoustic glass di bagian depan dan belakang untuk menjaga interior tetap senyap.

Jetour menyebut performa ultra-quiet NVH pada mobil ini mampu menjaga tingkat kebisingan kabin di bawah 40 dB saat kondisi idle. Pendekatan itu dipadukan dengan fitur kenyamanan seperti 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, ventilasi otomatis kabin, dan leg rest untuk penumpang depan.

Ukuran mobil juga mendukung kesan lega di dalam. Jetour T1 i-DM memiliki panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm.

Dengan dimensi tersebut, SUV ini masuk ke segmen yang menawarkan ruang kabin besar. Wheelbase yang panjang biasanya memberi manfaat pada ruang kaki penumpang, sehingga cocok untuk kebutuhan perjalanan harian maupun penggunaan keluarga.

Jetour juga melengkapi mobil ini dengan Vehicle-to-Load atau V2L 3,3 kW. Fitur itu memungkinkan kendaraan menyalurkan daya listrik ke perangkat eksternal, sehingga fungsi mobil meluas dari sekadar alat transportasi.

Kehadiran V2L membuat T1 i-DM lebih fleksibel untuk aktivitas outdoor maupun kebutuhan sehari-hari yang memerlukan suplai listrik dari kendaraan. Dengan mode listrik murni yang bisa mencapai 100 km, pengisian cepat, kabin yang senyap, serta fungsi V2L, Jetour T1 i-DM tampil sebagai SUV hybrid yang menempatkan efisiensi, kenyamanan, dan kegunaan dalam satu paket.

Source: kabaroto.com
Berita Terbaru