Reliance Jio menyiapkan langkah besar dengan membawa kecerdasan buatan langsung ke layanan telekomunikasi yang dipakai pengguna setiap hari. Salah satu yang paling menonjol adalah Jio Call Agent, asisten AI yang bisa ikut masuk ke panggilan telepon dan akan tersedia gratis bagi seluruh pengguna.
Dengan pendekatan ini, Jio tidak menempatkan AI sebagai aplikasi terpisah. Perusahaan justru menjadikannya bagian dari jaringan dan layanan inti, sehingga pengguna tidak perlu berpindah platform untuk mendapatkan bantuan digital.
AI yang aktif di dalam panggilan
Jio Call Agent dirancang bekerja langsung melalui jaringan Jio dan dapat diaktifkan saat panggilan berlangsung hanya dengan mengucapkan “Hey Jio”. Menurut Jio, asisten ini baru bergabung ke percakapan setelah ada persetujuan dari pengguna.
Setelah aktif, asisten dapat tetap berada di panggilan selama dibutuhkan untuk membantu jalannya percakapan atau menyelesaikan tugas tertentu. Jio juga menyebut sistem ini mendukung banyak bahasa India, sehingga percakapan dapat ditangani dalam bahasa yang dipilih peserta panggilan.
Dalam panggilan konferensi, Jio Call Agent mampu menyalin percakapan secara real-time. Sistem ini juga diklaim dapat mengidentifikasi hingga 10 pembicara berbeda dalam satu panggilan.
Setelah pembicaraan selesai, AI dapat menyusun ringkasan yang memuat poin tindakan, pengingat, dan tugas lanjutan. Ringkasan itu kemudian bisa dibagikan kepada para peserta, sehingga hasil panggilan lebih mudah ditindaklanjuti.
Bisa menjalankan tugas, bukan hanya mencatat
Jio menyiapkan Call Agent bukan sekadar sebagai pencatat rapat. Selama panggilan berlangsung, pengguna bisa meminta AI untuk memesan taksi, memesan makanan, memesan meja restoran, atau menjadwalkan rapat tanpa perlu keluar masuk aplikasi lain.
Pendekatan tersebut menunjukkan arah baru pengembangan AI di tubuh Jio. Perusahaan ingin asisten digital tidak berhenti pada jawaban teks atau suara, tetapi juga menjalankan tindakan yang relevan saat pengguna sedang berbicara.
Jio menyatakan layanan ini ditargetkan hadir untuk lebih dari 500 juta penggunanya pada akhir tahun ini. Jika berjalan sesuai rencana, peluncuran Call Agent akan menjadi salah satu penerapan AI konsumen dengan skala sangat besar di jaringan telekomunikasi.
MyJio ikut berubah menjadi penasihat pribadi
Selain Call Agent, Jio juga menyiapkan perubahan besar untuk aplikasi MyJio. Aplikasi yang sebelumnya dipakai untuk isi ulang, mengecek saldo akun, dan mengelola layanan itu akan diubah menjadi penasihat AI personal sekaligus pengelola hubungan pelanggan.
Dengan pengalaman baru ini, pengguna tidak lagi harus menelusuri menu dan pengaturan secara manual. Jio mengatakan pelanggan cukup menjelaskan kebutuhan mereka, lalu asisten AI akan menangani proses yang diperlukan.
Contohnya, saat pelanggan pindah ke kota baru, AI dapat membantu mengelola kebutuhan layanan yang terkait. Untuk pengguna yang bepergian ke luar negeri, sistem dapat merekomendasikan paket roaming internasional yang sesuai sekaligus memberi peringatan penggunaan.
Jio juga menyoroti skenario perpindahan ke ponsel baru yang sudah mendukung eSIM. Dalam kasus itu, asisten AI di MyJio disebut bisa membantu pengguna menyelesaikan self-KYC dan mempercepat aktivasi layanan.
Persetujuan dan privasi tetap menjadi syarat utama
Di tengah dorongan besar menuju AI, Jio menegaskan bahwa privasi tetap menjadi bagian utama dari dua layanan barunya. Perusahaan menyatakan asisten AI hanya akan menjalankan tindakan setelah menerima persetujuan dari pengguna.
Setiap tindakan juga akan dicatat oleh sistem. Untuk transaksi yang melibatkan pembayaran, Jio menegaskan akan ada konfirmasi eksplisit dari pengguna sebelum proses dilanjutkan.
Penekanan pada persetujuan ini penting karena AI yang ditanamkan ke panggilan telepon dan aplikasi layanan memiliki akses ke aktivitas yang sangat sensitif. Jio tampaknya ingin memastikan penerapan AI tersebut tetap berada dalam kendali pengguna, bukan berjalan otomatis tanpa izin.
Pengumuman rangkaian layanan ini disampaikan dalam Rapat Umum Tahunan ke-49 Reliance Industries setelah IPO. Dalam agenda itu, Jio memperkenalkan serangkaian layanan berbasis AI yang dirancang menjangkau jutaan pengguna di India melalui produk yang sudah mereka gunakan setiap hari.
Dengan strategi tersebut, Jio mendorong AI keluar dari model aplikasi mandiri dan membawanya langsung ke infrastruktur telekomunikasi serta layanan pelanggan. Pengguna Jio pada akhirnya bisa berinteraksi dengan asisten AI bukan saat membuka aplikasi khusus, melainkan saat menelepon, mengatur layanan, dan menyelesaikan kebutuhan harian mereka.
Source: www.indiatoday.in






