Jungkook BTS kembali bersuara keras setelah aktivitas larinya di sekitar rumah justru memancing kedatangan sasaeng ke area tempat tinggalnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta siapa pun menunggu di dekat rumahnya, dan sikap itu menunjukkan bahwa ia memandang situasi tersebut sebagai pelanggaran privasi yang serius.
Masalah bermula dari interaksi sederhana ketika Jungkook bertemu penggemar saat berlari. Beberapa orang sempat mengunggah foto bersama setelah permintaan itu ia penuhi dengan ramah, tetapi rute larinya kemudian menyebar di internet dan membuka jalan bagi sejumlah sasaeng datang ke dekat kediamannya.
Istilah sasaeng merujuk pada penggemar fanatik dan obsesif yang kerap melampaui batas pribadi idola. Dalam kasus ini, kehadiran mereka di sekitar rumah Jungkook membuat momen yang awalnya hangat berubah menjadi gangguan yang dianggap mengkhawatirkan.
Setelah selesai berlari, Jungkook langsung menanggapi situasi itu lewat pesan yang ditujukan kepada orang-orang yang menunggu di sekitar rumahnya. “Aku tidak menyuruh kalian menunggu di dekat rumahku. Aku benar-benar akan mengungkap identitas kalian,” tulis Jungkook, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Nada pesan tersebut memperlihatkan kemarahan yang kuat atas pelanggaran batas yang kembali terjadi. Jungkook juga membagikan video dirinya yang berulang kali melayangkan pukulan, seolah sedang melampiaskan kekesalan atas gangguan yang ia hadapi.
Insiden ini bukan kejadian pertama yang menyeret nama Jungkook dalam persoalan privasi dan keamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia beberapa kali menjadi sasaran perilaku obsesif yang berujung pada tindakan aparat.
Pada Juni tahun lalu, seorang wanita asal Tiongkok berusia 30-an ditangkap setelah diduga mencoba memasuki kediaman Jungkook dengan berulang kali memasukkan kode akses pintu depan. Kasus serupa juga terjadi pada Agustus, ketika seorang wanita Korea berusia 40-an ditangkap setelah diduga masuk ke area parkir kediaman Jungkook tanpa izin.
Wanita dalam kasus Agustus itu kemudian diserahkan ke kejaksaan pada Oktober dengan tuduhan masuk tanpa izin dan melanggar undang-undang anti-stalking Korea. Lalu pada Desember, seorang wanita Jepang berusia 50-an juga diamankan setelah diduga mengunjungi rumah Jungkook dan berulang kali menekan kunci pintu masuk.
Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa gangguan di sekitar tempat tinggal Jungkook berlangsung berulang kali. Di satu sisi, ia masih berusaha bersikap ramah saat bertemu penggemar secara langsung, tetapi di sisi lain situasi itu dapat berubah menjadi risiko besar ketika informasi lokasi tersebar tanpa batas.
Source: www.medcom.id






