Achmad Jufriyanto resmi menutup kariernya sebagai pemain dan kini bersiap menjalani peran baru sebagai asisten pelatih Persib Bandung. Pergeseran itu menandai perubahan besar dalam posisinya di tim, dari pengatur permainan di lapangan menjadi pengarah dari sisi lapangan.
Persib menunjuk Jufriyanto berdasarkan rekomendasi pelatih kepala Igor Tolic. Pengumuman resmi mengenai penugasan barunya sudah disampaikan klub sejak Sabtu, 11 Juli 2026.
Tanggung jawab yang kini lebih berat
Bagi Jupe, status baru itu bukan sekadar soal berganti seragam. Ia kini dituntut lebih aktif menyampaikan informasi dari pelatih ke para pemain, sesuatu yang sebelumnya belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Sebenarnya dengan status saya dua tahun ke belakang sebagai player coach dan tahun ini artinya harus lebih aktif untuk memberikan informasi dari pelatih ke pemain, kalau sebelumnya belum bisa menyampaikan secara maksimal, saya harus bisa menyampaikan secepat mungkin dan clear mungkin,” ucap Jupe.
Ia juga menegaskan bahwa peran barunya menuntut kontribusi yang setara dengan masa ketika dirinya masih bermain. Menurut pria asal Tangerang itu, kesempatan yang telah diberikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Terima kasih kepada manajemen yang sudah mewujudkan kesempatan itu buat saya, sekarang bagaimana saya bisa memanfaatkan kesempatan itu dan berkontribusi seperti saat saya bermain,” tutur Jupe.
Transisi yang sebenarnya sudah lama terbentuk
Jufriyanto, atau Jupe, bukan sosok yang asing dengan peran ganda di Persib. Dalam beberapa musim terakhir, ia sudah menjalani status sebagai player-coach dan masih sempat mendapat kesempatan bermain satu hingga dua kali.
Namun, dengan usia yang sudah mendekati kepala empat, kontribusinya di skuad kini lebih banyak diproyeksikan sebagai pelengkap. Penampilan terakhirnya terjadi di Liga 1 2024/25, saat ia mencatat dua penampilan.
Peralihan menuju kursi pelatih juga disebut Jupe bukan sesuatu yang sulit. Ia bahkan mengaku mulai menikmati peran barunya meski hanya berbeda pada seragam yang dikenakan.
“Intinya gak ada yang berbeda, cuman bajunya saja yang berbeda, tapi saya mulai menikmati peran saya,” kata Jupe, dikutip dari detikJabar.
Perjalanan panjang bersama Persib
Jupe sudah menjadi bagian dari Persib sejak datang pada 2013, meski sempat beberapa kali pergi dan kembali lagi ke Bandung. Perjalanan itu membuat dirinya punya ikatan panjang dengan klub yang kini kembali ia bela dari sisi yang berbeda.
Ia pernah membela Sriwijaya pada 2016, Kuala Lumpur pada 2018, dan Bhayangkara pada 2020. Meski sempat berganti klub, kisahnya bersama Persib terus berulang karena ia kembali lagi ke Bandung.
Dalam proses transisi ini, Jupe juga menyampaikan apresiasi kepada Bojan Hodak. Ia menilai pelatih tersebut memberi kesempatan besar dalam tiga tahun terakhir hingga dirinya bisa sampai pada posisi sekarang.
Dengan tugas baru tersebut, Jupe kini menjadi bagian staf pelatih yang diharapkan dapat menjaga aliran informasi dari bench ke pemain tetap cepat dan jelas. Peran itu menambah lapisan tanggung jawab baru dalam perjalanan panjangnya bersama Persib Bandung.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Status baru | Asisten pelatih Persib Bandung |
| Status sebelumnya | Pemain dan player-coach |
| Pengumuman resmi | Sabtu, 11 Juli 2026 |
| Penampilan terakhir | Liga 1 2024/25, dua penampilan |







