Jus Bawang Putih Tunggal Belum Tentu Lebih Sehat, 8 Manfaatnya Tetap Perlu Dibatasi

Jus bawang putih tunggal sering dianggap sebagai cara paling praktis untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa jusnya lebih baik daripada bawang putih yang dimakan langsung atau dicampur ke dalam makanan.

Di sisi lain, bawang putih tunggal tetap menyimpan sejumlah potensi manfaat yang kerap dibahas dalam berbagai penelitian. Kandungan senyawa aktif seperti allicin, diallyl sulfide, ajoene, dan organosulfur disebut berperan dalam sifat antioksidan, antiradang, dan dukungan terhadap daya tahan tubuh.

Manfaat yang paling sering dikaitkan dengan bawang putih tunggal

ManfaatPenjelasan SingkatCatatan
Daya tahan tubuhBerpotensi membantu melawan bakteri, virus, dan jamurBukan pengganti obat atau vaksin
Tekanan darahBerpotensi membantu menurunkan tekanan darahTetap bukan pengganti obat antihipertensi
Kesehatan jantungDapat membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol LDLPerlu dibarengi pola hidup sehat
Risiko kankerObservasi menunjukkan risiko lebih rendah pada beberapa kanker pencernaanTidak dapat mengobati kanker

1. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Manfaat bawang putih tunggal yang paling sering disebut adalah kemampuannya mendukung sistem kekebalan tubuh. Senyawa allicin dan sulfur di dalamnya memiliki sifat antimikroba dan antioksidan yang dapat membantu tubuh menghadapi penyebab infeksi.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi bawang putih secara rutin berpotensi mengurangi frekuensi pilek dan mempercepat pemulihan dari infeksi saluran pernapasan ringan. Meski begitu, bawang putih tetap hanya berfungsi sebagai pelengkap pola hidup sehat.

2. Membantu mengendalikan tekanan darah

Bawang putih juga kerap dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih stabil. Beberapa penelitian menemukan konsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi jika dikonsumsi rutin dalam jumlah yang sesuai.

Efek ini diduga berasal dari kemampuannya membantu melebarkan pembuluh darah. Meski demikian, bawang putih tidak bisa menggantikan obat dari dokter.

3. Menjaga kesehatan jantung

Kesehatan jantung menjadi manfaat lain yang sering dikaitkan dengan bawang putih tunggal. Selain membantu tekanan darah, beberapa penelitian menunjukkan bawang putih dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL.

Kolesterol LDL yang tinggi dapat memicu plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner serta stroke. Karena itu, bawang putih lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan solusi tunggal.

4. Berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker

National Cancer Institute mencatat bahwa berbagai studi observasional menemukan orang yang rutin mengonsumsi kelompok allium, termasuk bawang putih, memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker. Temuan itu terutama terlihat pada kanker lambung dan kanker kolorektal.

Peneliti menduga efek tersebut berkaitan dengan senyawa sulfur dan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, bawang putih tidak bisa menggantikan terapi medis kanker.

5. Membantu program penurunan berat badan

Popularitas jus bawang putih tunggal juga muncul dari anggapan bahwa minuman ini dapat membantu diet. Hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa bawang putih bisa menurunkan berat badan secara signifikan.

Meski demikian, beberapa studi menyebut bawang putih berpotensi membantu metabolisme energi, mengurangi peradangan yang berkaitan dengan obesitas, dan memperbaiki sensitivitas insulin. Efeknya tetap lebih cocok sebagai pelengkap program hidup sehat.

6. Berpotensi membantu meredakan gejala asma

Dalam pengobatan tradisional, bawang putih juga sering dipakai untuk membantu keluhan pernapasan. Penelitian awal menunjukkan sifat antiradang pada bawang putih berpotensi membantu mengurangi peradangan di saluran napas yang berkaitan dengan gejala asma.

Mayo Clinic menegaskan bukti yang ada belum cukup untuk menjadikan bawang putih sebagai terapi utama asma. Penderita tetap harus mengikuti obat yang diresepkan dokter.

7. Baik untuk kesehatan kulit dan rambut

Kandungan antioksidan dan antimikroba pada bawang putih tunggal membuatnya kerap digunakan dalam perawatan tradisional kulit. Sifat ini diyakini membantu melawan beberapa bakteri penyebab infeksi kulit.

Ekstrak bawang putih juga diteliti sebagai terapi pendamping pada alopecia areata untuk membantu mengurangi kerontokan rambut. Namun, penggunaan langsung pada kulit harus hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi atau sensasi terbakar.

8. Membantu menjaga kadar gula darah

Beberapa studi juga menunjukkan bawang putih berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah. Senyawa aktifnya diduga membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh menggunakan glukosa lebih efisien.

Hasilnya masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan dosis yang tepat pada manusia. Karena itu, penderita diabetes tidak disarankan mengganti obat dengan bawang putih.

Jus bawang putih tunggal tetap perlu dibatasi

Banyak orang memilih jus bawang putih tunggal karena mengira cara ini membuat manfaatnya lebih maksimal. Padahal, belum ada penelitian yang menunjukkan jus bawang putih lebih efektif daripada bawang putih yang dikonsumsi langsung atau dicampur ke makanan.

Konsumsi berlebihan justru bisa memicu gangguan pencernaan, nyeri lambung, mual, bau napas menyengat, hingga risiko perdarahan pada orang yang menggunakan obat pengencer darah. Karena itu, cara konsumsi tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berubah menjadi masalah baru.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terkait