Jusuf Kalla menilai Tanah Runtuh bukan sekadar film hiburan, melainkan media pembelajaran tentang pentingnya menjaga hubungan sosial setelah konflik. Mantan Wakil Presiden RI itu menyebut karya tersebut relevan karena mengingatkan masyarakat pada dampak pertikaian dan kebutuhan membangun kembali kepercayaan antarsesama.
Penilaian itu ia sampaikan saat menyoroti film yang mengangkat kisah kelompok masyarakat dengan latar belakang konflik di Poso. Menurut Jusuf Kalla, cerita seperti ini penting karena memperlihatkan bahwa pemulihan sosial sama pentingnya dengan penyelesaian konflik itu sendiri.
Pesan yang melampaui layar
Bagi Jusuf Kalla, nilai sebuah film tidak hanya diukur dari cerita yang menarik, tetapi juga dari pesan yang dibawanya kepada publik. Dalam pandangannya, Tanah Runtuh mampu menghadirkan narasi yang memancing refleksi tentang kehidupan sosial setelah masa sulit berlalu.
Ia menekankan bahwa yang perlu dipahami masyarakat bukan hanya peristiwa konfliknya, tetapi juga proses melanjutkan hidup setelah konflik reda. Dari sudut itu, film dinilai membuka ruang untuk melihat kembali pentingnya rekonsiliasi dalam kehidupan bersama.
Kepercayaan dan hubungan antargenerasi
Jusuf Kalla juga menyinggung perlunya menjaga rasa saling percaya dalam masyarakat. Ia menilai komunikasi yang baik, saling memahami, dan kepedulian antargenerasi menjadi bagian penting agar konflik serupa tidak terulang.
“Perlunya selalu tetap memperhatikan kehidupan sosial yang baik, antargenerasi, dan juga saling percaya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perdamaian dan persatuan harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama. Dalam pandangannya, film seperti Tanah Runtuh dapat membantu publik mengingat kembali pelajaran dari masa lalu tanpa melupakan dampak yang pernah ditinggalkan konflik.
Kisah Poso dan jadwal tayang film
Tanah Runtuh mengangkat kisah kelompok masyarakat dengan latar belakang konflik di Poso dan disusun dengan pendekatan dramatik. Film ini menyoroti dampak konflik terhadap kehidupan warga sekaligus membawa pesan tentang perdamaian, rekonsiliasi, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Juni mendatang. Dengan perhatian dari tokoh seperti Jusuf Kalla, film ini mendapat sorotan bukan hanya sebagai karya tontonan, tetapi juga sebagai pengingat tentang pentingnya keharmonisan sosial dalam kehidupan berbangsa.
Source: www.suara.com






