Di tengah persaingan MPV premium elektrifikasi, BAIC Arcfox Wendao V9 langsung mencuri perhatian karena diklaim meraih lebih dari 8.000 pesanan hanya dalam 48 jam setelah pre-sale dibuka di Beijing Auto Show 2026. Angka itu memberi sinyal kuat bahwa model ini datang dengan daya tarik besar, terutama di segmen yang selama ini identik dengan pemain seperti Denza D9.
Wendao V9 juga menjadi MPV mewah pertama untuk BAIC, sehingga posisinya terasa penting bagi langkah merek tersebut di pasar yang lebih bergengsi. Dengan format besar dan pendekatan kabin yang sangat berorientasi pada penumpang belakang, mobil ini jelas menyasar keluarga premium sekaligus kebutuhan mobilitas eksekutif.
Kabinnya dibuat seperti ruang bisnis berjalan
Arcfox membekali Wendao V9 dengan konfigurasi 2+2+3 untuk total tujuh penumpang. Susunan ini menegaskan bahwa kenyamanan baris kedua menjadi fokus utama, bukan sekadar kapasitas angkut besar.
Di bagian dalam, suasana modern minimalis langsung terasa melalui dashboard yang sederhana dan layar infotainment 15,6 inci di bagian depan. Namun, perhatian utama justru mengarah ke baris kedua yang diperlakukan layaknya kabin kelas bisnis.
Area tersebut mendapat jok reclining elektrik, ventilasi kursi, pemanas, leg rest elektrik, pijat 16 titik, meja lipat di belakang kursi depan, kulkas di konsol tengah, serta layar hiburan di plafon. Paket itu membuat Wendao V9 relevan untuk konsumen yang menginginkan MPV mewah dengan kenyamanan tinggi bagi penumpang belakang.
Tampilan luar dibuat elegan, bukan agresif
Dari luar, Wendao V9 tidak mencoba tampil terlalu futuristis. Arcfox memilih desain yang lebih aman dengan gril besar dan aksen krom di bagian depan untuk menegaskan nuansa premium.
Warna bodi dual-tone ikut memperkuat kesan tersebut. Secara keseluruhan, siluetnya bergerak di jalur yang sama dengan rival domestik seperti Denza D9 dan GWM Wey G9, dengan target utama konsumen yang mengutamakan citra mewah dan kenyamanan.
Teknologi penggerak mengandalkan EREV
Wendao V9 memakai teknologi Extended-Range Electric Vehicle atau EREV. Pada sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin bertugas sebagai generator untuk membantu menambah jarak tempuh.
Di sektor mesin, Arcfox memasang unit 1.500 cc turbo empat silinder sebagai range extender dengan tenaga 158 hp. Sementara itu, tenaga utama datang dari motor listrik di roda belakang yang dipasok Huawei, dengan output 304 hp.
Seluruh varian Wendao V9 hanya tersedia dengan penggerak roda belakang atau rear-wheel drive. Pendekatan ini terasa cukup unik untuk sebuah MPV premium, sekaligus memberi identitas berbeda di tengah pasar yang makin ramai.
Empat varian baterai dan klaim pengisian cepat
BAIC Arcfox menyiapkan Wendao V9 dalam empat varian, dengan pembeda utama pada kapasitas baterai. Varian paling terjangkau menggunakan baterai LFP 37 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 216 km menurut standar CLTC.
Sementara itu, varian tertinggi dibekali baterai NMC 53,4 kWh dan diklaim mampu menempuh hingga 315 km. Seluruh baterai tersebut dipasok oleh CATL.
Menariknya, walau masih memakai arsitektur 400V, Arcfox mengklaim pengisian daya dari 10 persen ke 80 persen hanya membutuhkan sekitar 15 menit. Klaim ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon pembeli yang mencari kendaraan elektrifikasi praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Source: moladin.com






